Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki Gunung Kerinci

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Emily Miller - beritaturah.com

Foto : Emily Miller - beritaturah.com

BBTNKS Luncurkan Program Penghijauan di Kaki Gunung Kerinci: Inisiatif Greenline untuk Masa Depan

Beritaturah.com – Kerinci, Jambi — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) secara resmi BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki Gunung Kerinci melalui inisiatif yang dinamakan greenline. Program ambisius ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem hutan di kawasan terbuka sepanjang jalur kaki Gunung Kerinci yang membentang hingga 15 kilometer. Dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan, BBTNKS menargetkan penanaman ribuan bibit pohon sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan ini.

Menurut Plt Kepala BBTNKS, Delfi Andra, total terdapat 9.000 batang pohon yang akan ditanam dalam program ini. Luas area penanaman mencapai 15 hektare dengan kepadatan 600 batang per kilometer atau per hektare. "Proyek ini mencakup panjang 15 kilometer dengan total 9.000 batang pohon," ujarnya saat ditemui di Kerinci pada hari Jumat. Angka-angka ini menunjukkan skala besar dari upaya penghijauan yang sedang dilakukan oleh BBTNKS untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan kaki Gunung Kerinci.

Tahap Persiapan dan Partisipasi Masyarakat Lokal

Delfi menerangkan bahwa saat ini sedang berlangsung pembentukan kelompok masyarakat yang memiliki akses atau berada di sepanjang jalur greenline. Jalur tersebut menghubungkan vegetasi hutan yang masih utuh dengan area yang telah terbuka. Proses penanaman utama dijadwalkan dimulai pada awal September 2026. Partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program ini, mengingat mereka adalah pihak yang paling dekat dengan kawasan hutan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BBTNKS, Pemerintah Kabupaten Kerinci, para kepala desa, serta warga dari Desa Giri Mulyo dan Kersik Tuo di Kecamatan Kayu Aro. Selain itu, organisasi konservasi fauna dan flora internasional (FFI) serta kelompok tani hutan (KTH) dari kedua desa juga turut berpartisipasi. Kolaborasi multi-pihak ini menunjukkan bahwa BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki Gunung Kerinci bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan.

Jenis Pohon Strategis yang Ditanam

Bibit yang akan disebar di jalur greenline terdiri dari tiga jenis utama. Bambang lanang (Michelia champaca) sebanyak 3.500 batang, surian (Toona sureni) mencapai 2.000 batang, dan gaharu (Aquilaria malaccensis) juga 3.500 batang. Pemilihan jenis-jenis pohon ini didasarkan pada nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. Gaharu, misalnya, memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal setelah masa produktifnya dimulai.

Sejauh ini, program greenline masih berada dalam tahap prakondisi. Tim BBTNKS sedang melakukan identifikasi dan verifikasi lapangan, sosialisasi, serta penyusunan rencana teknis. Pengadaan bibit tanaman sendiri telah dimulai sejak Juli hingga Agustus 2026. Proses ini memastikan bahwa setiap bibit yang ditanam memiliki peluang hidup yang optimal dan sesuai dengan kondisi tanah di lokasi penanaman.

BBTNKS mengimbau masyarakat sekitar kaki Gunung Kerinci untuk menjaga kawasan hutan. Hindari pembukaan hutan baru yang masih utuh demi generasi mendatang.

Pentingnya Program Greenline bagi Ekosistem

Program greenline yang diluncurkan oleh BBTNKS memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Kerinci. Sebagai salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia, Gunung Kerinci menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik yang terancam punah. Dengan memperluas tutupan hutan di kawasan kaki gunung, program ini membantu menciptakan koridor ekologis yang memungkinkan pergerakan satwa liar tanpa hambatan signifikan.

Selain itu, penghijauan di kawasan kaki Gunung Kerinci juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Pohon-pohon yang ditanam akan menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan membantu mengurangi efek rumah kaca. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan target Nationally Determined Contribution (NDC).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Greenline BBTNKS

Apa itu program greenline BBTNKS? Program greenline adalah inisiatif penghijauan yang diluncurkan oleh BBTNKS untuk memulihkan kawasan hutan terbuka di sepanjang jalur kaki Gunung Kerinci dengan menanam ribuan bibit pohon.

Berapa banyak pohon yang akan ditanam? Total 9.000 batang pohon akan ditanam dalam program ini, mencakup jenis bambu lanang, surian, dan gaharu.

Kapan penanaman utama dimulai? Proses penanaman utama dijadwalkan dimulai pada awal September 2026 setelah tahap persiapan dan pengadaan bibit selesai.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan BBTNKS, Pemerintah Kabupaten Kerinci, para kepala desa, warga Desa Giri Mulyo dan Kersik Tuo, FFI, serta kelompok tani hutan lokal.

Bagaimana cara masyarakat dapat berpartisipasi? Masyarakat dapat bergabung dengan kelompok masyarakat yang dibentuk di sepanjang jalur greenline atau mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh BBTNKS dan mitra kerjanya.

Related Reading