Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gunung Ibu erupsi Senin siang, sebaran abu hingga Teluk Kao

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By John Brown - beritaturah.com

Foto : John Brown - beritaturah.com

Gunung Ibu Erupsi Senin Siang, Abu Vulkanik Mengarah ke Teluk Kao

Beritaturah.com – Gunung Ibu erupsi Senin siang di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan kolom abu yang teramati menjulang sekitar 400 meter dari puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang tersebut bergerak condong ke arah timur laut. Masyarakat di wilayah yang berada dalam jalur sebaran diminta tetap memperhatikan informasi resmi dan arahan petugas.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi terjadi pada pukul 11.55 WIT. Berdasarkan rekaman kegempaan, letusan memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 46 detik. Aktivitas ini menjadi perhatian karena arah angin dapat membawa abu vulkanik menuju kawasan lain di Halmahera.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut. Saat ini Gunung Ibu berada pada status Level II Waspada," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria.

Status Level II atau Waspada masih berlaku untuk Gunung Ibu. Kondisi tersebut menuntut warga, pengunjung, dan pihak terkait untuk lebih berhati-hati serta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Pemantauan aktivitas gunung api terus dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi di sekitar kawah aktif.

Zona Aman dan Imbauan untuk Warga

Dalam rekomendasinya, Badan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Larangan tersebut juga mencakup area sektoral ke arah utara hingga jarak 3,5 kilometer dari bukaan kawah. Batas ini perlu dipatuhi demi mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik.

Kawasan di sekitar kawah aktif dapat mengalami perubahan kondisi secara cepat. Karena itu, warga dan wisatawan sebaiknya tidak memasuki area yang telah ditetapkan sebagai zona larangan. Pemerintah daerah dan petugas pemantauan menjadi sumber utama untuk mengetahui perkembangan status serta imbauan keselamatan terbaru.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan memakai masker untuk melindungi saluran pernapasan. Penggunaan kacamata juga disarankan agar mata terlindungi dari partikel abu. Langkah sederhana ini penting, terutama bagi warga yang berada di wilayah yang terdampak arah sebaran material vulkanik.

Sebaran Abu Terdeteksi hingga Teluk Kao

Gunung Ibu erupsi Senin siang juga terpantau melalui citra satelit RGB Himawari-9. Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebaran debu vulkanik di sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, hingga Teluk Kao. Informasi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat di daerah yang berpotensi dilalui abu.

Arah angin berperan besar dalam menentukan lokasi persebaran abu vulkanik. Warga yang melihat adanya abu di lingkungan sekitar perlu membatasi paparan langsung, terutama ketika berada di luar rumah. Perubahan kualitas udara atau adanya material halus di permukaan rumah, kendaraan, dan jalan dapat menjadi tanda bahwa abu terbawa angin ke wilayah tersebut.

Selain menggunakan masker dan kacamata, masyarakat perlu mengikuti instruksi pemerintah daerah apabila terdapat arahan tambahan terkait aktivitas di luar ruangan. Informasi dari lembaga resmi penting untuk mencegah kesalahpahaman, khususnya ketika beredar kabar yang belum memiliki kejelasan sumber dan kebenarannya.

Koordinasi Pemantauan Gunung Ibu

Badan Geologi meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. Koordinasi juga dilakukan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi agar perkembangan aktivitas dapat dipantau secara berkelanjutan dan informasi kepada masyarakat tetap selaras.

Gunung Ibu erupsi Senin siang menjadi pengingat bahwa warga perlu menjadikan kanal resmi sebagai rujukan utama. Informasi yang akurat membantu masyarakat memahami status gunung, mengenali kawasan yang harus dihindari, serta menentukan langkah perlindungan saat abu vulkanik terdeteksi.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak menyebarkan narasi bohong, serta memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu melalui kanal resmi dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," kata Lana Saria.

FAQ Gunung Ibu

Berapa status Gunung Ibu saat ini? Gunung Ibu berada pada status Level II atau Waspada berdasarkan keterangan Badan Geologi.

Wilayah mana yang perlu dihindari? Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif dan hingga 3,5 kilometer pada sektor utara dari bukaan kawah.

Apa yang harus dilakukan saat terkena hujan abu? Gunakan masker untuk melindungi pernapasan dan kacamata untuk mengurangi risiko iritasi mata, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Related Reading