Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: IUCN nilai Menhut mampu jaga koeksistensi manusia dan gajah

Published July 16, 2026 · Updated July 16, 2026 · By Karen Anderson

IUCN nilai Menhut mampu jaga koeksistensi manusia dan gajah

Main Agenda – Jakarta – Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keharmonisan antara kehidupan manusia dan gajah. Hal ini disampaikan setelah Menhut bersama anggota IUCN menggelar diskusi untuk merancang strategi konservasi yang lebih efektif di Indonesia. Main Agenda juga menjadi topik utama dalam menghadapi tantangan pengelolaan habitat gajah di tengah dinamika pembangunan nasional.

Strategi Konservasi Gajah Menurut IUCN

Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi Riddle, menyatakan bahwa Main Agenda memiliki kekuatan untuk memperkuat upaya konservasi gajah. "Pemahaman Menhut terhadap konsep koeksistensi terlihat jelas, terutama dalam menangani masalah konflik manusia-gajah dan pelestarian habitat," ujarnya. IUCN menilai bahwa Main Agenda bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan populasi gajah.

"Main Agenda menekankan perlunya integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Dengan menempatkan konservasi gajah sebagai prioritas, Menhut menunjukkan kesadaran bahwa tumbuhnya manusia tidak harus berarti mengorbankan kehidupan satwa liar. Ini adalah langkah penting dalam membangun hubungan harmonis antara masyarakat dan hewan langka ini,"

Heidi Riddle menambahkan bahwa Main Agenda menjadi referensi untuk negara-negara lain yang menghadapi masalah serupa. "Indonesia mampu menggabungkan kebijakan konservasi dengan pengembangan infrastruktur, yang merupakan model yang bisa ditiru oleh negara-negara ASEAN," tutur Heidi. IUCN menekankan bahwa koeksistensi manusia dan gajah tidak bisa tercapai tanpa komunikasi intensif antar-pihak yang terlibat, baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat.

Pelaksanaan Inpres 8 Tahun 2026

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026, yang menjadi fondasi untuk Main Agenda. Inpres ini mengatur pembangunan ruang terbuka sebagai koridor satwa, serta memastikan alokasi dana khusus untuk program konservasi. Menurut Raja Juli, kebijakan ini akan mengurangi risiko konflik antara gajah dan masyarakat di daerah-daerah rawan.

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa Main Agenda bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan perlindungan ekosistem. "Kita tidak bisa hanya melindungi gajah di taman nasional, tetapi juga harus melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan hutan dan kawasan jelajah gajah. Ini adalah bagian dari Main Agenda yang ingin menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua pihak," kata Raja Juli. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan sektor pertanian dan perkebunan dalam mengurangi tekanan terhadap habitat gajah.

"Main Agenda juga mencakup langkah-langkah preventif, seperti pengujian teknis sebelum membangun infrastruktur di daerah yang menjadi jalur gajah. Dengan sistem ini, kita bisa meminimalkan gangguan pada pergerakan satwa, sementara tetap mempercepat pembangunan ekonomi. Itu adalah bentuk koeksistensi yang berkelanjutan,"

Dalam implementasi Main Agenda, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah akan mengawasi konsistensi kebijakan antar-sektor. "Koordinasi dengan Kementerian Pertanian, ATR/BPN, dan sektor lainnya adalah kunci keberhasilan. Jika tidak ada komitmen bersama, Main Agenda hanya akan menjadi isu yang terlewat," jelasnya. IUCN berharap program ini bisa meningkatkan keberlanjutan populasi gajah di Indonesia, yang saat ini mengalami penurunan akibat deforestasi dan konflik dengan manusia.

Dengan Main Agenda, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan peraturan yang memungkinkan manusia dan gajah hidup berdampingan tanpa mengorbankan kepentingan masing-masing pihak. "Ini bukan hanya tentang melindungi gajah, tetapi juga tentang melindungi hak masyarakat untuk berkembang di bawah perlindungan lingkungan yang sehat," pungkas Heidi Riddle. IUCN mengapresiasi langkah-langkah konkret yang diambil Menhut, termasuk pembentukan tim lintas sektor untuk memantau keberhasilan Main Agenda dalam jangka panjang.