Internasional

Key Strategy: Ketua ICCD tegaskan pentingnya sistem ekonomi berbasis keadilan

Ketua ICCD: Pentingnya Sistem Ekonomi Berbasis Keadilan

Key Strategy adalah salah satu konsep utama yang dibawa oleh Abdullah Saleh Kamel, Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam (ICCD), dalam diskusi kritisnya tentang kebutuhan menyelenggarakan sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa keadilan dalam distribusi kekayaan harus menjadi pilar utama dalam mengatur modal, karena sistem ekonomi global saat ini cenderung memperkuat ketimpangan antara kelas atas dan bawah, serta mengabaikan kebutuhan masyarakat rentan. Key Strategy ini menurut Kamel, harus diintegrasikan ke dalam prinsip-prinsip ekonomi Islam sebagai jawaban atas krisis moral dan struktural yang terjadi di berbagai sektor.

Pertemuan Internasional dan Tema Utama

Pernyataan Kamel disampaikan pada KTT Ekonomi Islam yang diselenggarakan oleh Forum AlBaraka, bertema “Capital in the Islamic Economy: Structuring Wealth for Sustainable Development” (Modal dalam Ekonomi Islam: Menata Kekayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan), pada 3–6 Juni 2024 di Istanbul. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, Syekh Dr. Saleh bin Abdullah bin Humaid, penasihat Istana Kerajaan Arab Saudi, anggota Dewan Ulama Senior, serta Presiden Akademi Fikih Islam Internasional. Keikutsertaan tokoh-tokoh ini menunjukkan pentingnya Key Strategy dalam menyatukan visi globalisasi ekonomi dengan nilai-nilai keadilan yang menjadi fokus utama.

“Key Strategy harus menjadi panduan dalam mengubah paradigma ekonomi yang terlalu berorientasi pada keuntungan pribadi, sehingga mengorbankan kepentingan sosial dan lingkungan,” ujar Kamel.

Menurut Kamel, key strategy dalam sistem ekonomi Islam tidak hanya tentang distribusi kekayaan, tetapi juga tentang mekanisme pengawasan dan transparansi yang lebih ketat. Ia mengkritik gaya berbisnis modern yang lebih memperhatikan keuntungan jangka pendek, sementara mengabaikan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Key Strategy, menurutnya, bisa menjadi solusi untuk mengembalikan fungsi modal sebagai alat pelayanan bersama, bukan alat penguasaan.

Karakteristik Modal dalam Ekonomi Islam

Dalam kesempatan tersebut, Kamel mengungkapkan tiga ciri utama modal dalam kerangka ekonomi Islam. Pertama, modal harus produktif, menciptakan nilai ekonomi dan menggerakkan pembangunan. Kedua, uang tidak boleh dianggap sebagai komoditas, karena praktik riba merusak fungsi uang sebagai alat pertukaran yang adil. Ketiga, kekayaan harus dibagi secara adil, melalui mekanisme zakat, sedekah, dan wakaf, untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal. Key Strategy ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi negara-negara muslim dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih inklusif.

“Dengan mengadopsi Key Strategy, kita bisa membangun sistem ekonomi yang tidak hanya menguntungkan sebagian kecil, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia,” tambah Kamel.

Kamel menyoroti bahwa ekonomi Islam memiliki potensi besar untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan dan keadilan. Ia menekankan bahwa key strategy ini tidak hanya berupa kebijakan finansial, tetapi juga perubahan mindset dalam berbisnis. Di tengah dominasi perusahaan multinasional yang menggerus ruang ekonomi lokal, Key Strategy bisa menjadi jalan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi yang lebih seimbang. Dengan mengintegrasikan prinsip keadilan ke dalam struktur modal, ekonomi Islam bisa menjadi alternatif yang lebih responsif terhadap tantangan global.

Dalam pandangan Kamel, Key Strategy tidak bisa dipisahkan dari peran pemerintah dan institusi keuangan. Ia menyarankan bahwa negara-negara peserta KTT harus menerapkan kebijakan yang lebih ketat dalam mengatur utang negara dan mengurangi ketergantungan pada modal yang berorientasi pada keuntungan semata. Penerapan Key Strategy ini juga diharapkan bisa memperkuat kerja sama antar negara muslim dalam menstabilkan ekonomi global yang terus mengalami fluktuasi. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendidikan ekonomi Islam dalam membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai keadilan dan keberlanjutan.

Leave a Comment