Pamekasan Perluas Akses Kesehatan dengan Dana Cukai dalam Special Plan
Special Plan – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sedang menerapkan Special Plan yang memanfaatkan dana dari hasil cukai tembakau guna meningkatkan akses layanan kesehatan dan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat. Special Plan ini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mendorong keadilan dan kesejahteraan, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang terus menghadang. Menurut Bachtiar Efendi, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan, dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini mencapai Rp59,4 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp112 miliar. Namun, dana tersebut tetap menjadi sumber utama dalam Special Plan untuk menjangkau lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Program Universal Health Coverage (UHC) dan Kebutuhan Masyarakat
Special Plan Pamekasan mencakup program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diinisiasi sejak 2022. Dinas Kesehatan menjadi OPD utama yang menerima anggaran terbesar, yaitu sekitar Rp41 miliar, untuk memperkuat layanan kesehatan kepada buruh tani dan pekerja pabrik rokok. “Dana dari Special Plan tahun ini digunakan untuk kebutuhan kesehatan, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan dasar dan pengadaan obat-obatan,” jelas Bachtiar, Minggu lalu. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk bantuan langsung tunai yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
“Program Special Plan ini dirancang agar semua lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa menikmati manfaat dari dana cukai tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan,” tambah Bachtiar.
Distribusi Dana Cukai ke OPD Lainnya
DBHCHT tidak hanya dialokasikan ke Dinas Kesehatan, tetapi juga tersebar ke sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mendapat Rp5 miliar, Disperindag Rp770 juta lebih, PUPR Rp6 miliar, serta Dinas Sosial dan Satpol-PP masing-masing Rp5 miliar dan Rp751 juta. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) menerima Rp457 juta, sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebesar Rp137 juta. Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan mendapatkan Rp250 juta, yang digunakan untuk peningkatan infrastruktur dan pengelolaan anggaran dalam Special Plan.
“Distribusi dana cukai ini memiliki dampak signifikan dalam Special Plan kami, terutama dalam upaya mengurangi kesenjangan layanan kesehatan dan memberdayakan ekonomi daerah,” tutur Bachtiar.
Manfaat Special Plan untuk Masyarakat Pamekasan
Dana cukai yang dialokasikan dalam Special Plan Pamekasan telah membawa perubahan nyata. Dengan anggaran yang dialokasikan, pemerintah daerah mampu memperluas akses layanan kesehatan ke sejumlah area yang sebelumnya kesulitan menjangkau fasilitas medis. “Keberhasilan Special Plan ini terlihat dari peningkatan jumlah rumah sakit dan klinik yang dibangun serta program vaksinasi yang mencakup seluruh desa,” tambah Bachtiar. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui BLT yang diberikan secara rutin kepada keluarga yang berpenghasilan rendah.
“Kami optimis bahwa Special Plan ini akan menjadi fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Pamekasan,” ungkap Bachtiar.
Pelaksanaan Special Plan dalam Proses
Program Special Plan Pamekasan terus berjalan dengan koordinasi intensif antar OPD. Salah satu langkah utama adalah mengintegrasikan dana cukai ke dalam sistem layanan kesehatan yang lebih inklusif. “Kami fokus pada peningkatan kualitas layanan, termasuk memperluas jangkauan untuk daerah terpencil,” jelas Bachtiar. Proses ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petugas kesehatan hingga masyarakat setempat, untuk memastikan keberhasilan Special Plan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
“Dengan Special Plan, Pamekasan berkomitmen untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah,” tambah Bachtiar.
Keterlibatan Masyarakat dalam Special Plan
Dalam rangka memastikan keberlanjutan Special Plan, Pemkab Pamekasan juga aktif melibatkan masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan masukan sebelum program diimplementasikan. “Keterlibatan warga sangat penting, karena mereka yang paling mengerti kebutuhan sehari-hari,” kata Bachtiar. Dengan partisipasi aktif, Special Plan mampu mengakomodir kebutuhan spesifik dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan.
“Kami berharap Special Plan ini menjadi contoh bagus bagi daerah lain dalam memanfaatkan dana cukai untuk kepentingan rakyat,” tutur Bachtiar.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun Special Plan Pamekasan telah memberikan hasil positif, program ini masih menghadapi tantangan seperti koordinasi antar OPD dan keberlanjutan anggaran. Bachtiar menyebutkan, pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan dana tersebut agar manfaatnya maksimal. “Kami juga berharap Special Plan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem kesehatan yang lebih merata di Indonesia,” pungkas Bachtiar. Dengan Special Plan, Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif yang diarahkan ke bidang kesehatan dan perekonomian.
