Warta Bumi

BKSDA Sumbar turunkan petugas tangani kemunculan harimau di Agam

BKSDA Sumbar Turunkan Tim untuk Tangani Kemunculan Harimau di Agam

BKSDA Sumbar turunkan petugas tangani kemunculan – Lubuk Basung, Sumatera Barat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengirimkan tim penyelidik ke lokasi setelah muncul dua ekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Selasa. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan bahwa petugas beserta Tim Patroli Anak Nagari diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari perangkat Nagari Koto Rantang dan Polsek Palupuh. Laporan tersebut menyebutkan bahwa warga setempat, Mizwar (52), telah bertemu dua individu harimau.

“Kita melakukan patroli siang dan malam di lokasi kemunculan satwa serta sekitar pemukiman warga. Tidak tertutup kemungkinan upaya evakuasi kita lakukan,” ujar Ade Putra.

Petugas melakukan identifikasi lapangan, termasuk wawancara dengan saksi mata, mencari jejak keberadaan harimau seperti kaki, cakaran, atau kotoran, serta mengevaluasi faktor penyebab munculnya satwa tersebut. Dalam proses ini, tim juga memastikan keamanan warga sekitar daerah yang terkena laporan.

Kemunculan Harimau di Batu Gadang

Sebelumnya, warga Batu Gadang mengabadikan dua individu harimau saat sedang menuju kebun pada Selasa, sekitar pukul 07.30 WIB. Video yang diunggah ke media sosial lokal langsung menyebar luas, menarik perhatian masyarakat setempat. Menurut Wali Jorong Batu Gadang, Firman Hidayat, lokasi pertemuan dua ekor harimau tidak jauh dari satu individu harimau betina yang diberi nama Sabai. Sabai sebelumnya terjebak dalam jerat babi pada awal November 2025.

“Jarak cukup dekat, kurang satu kilometer dari anak harimau Sabai yang terkena jerat,” tambah Firman Hidayat.

Leave a Comment