Warta Bumi

ESDM imbau masyarakat tak beraktivitas di radius bahaya Gunung Awu

Table of Contents
  1. ESDM Ingatkan Masyarakat Hindari Wilayah Berisiko di Sekitar Gunung Awu
  2. Langkah-langkah yang Dianjurkan untuk Mengurangi Risiko

ESDM Ingatkan Masyarakat Hindari Wilayah Berisiko di Sekitar Gunung Awu

ESDM imbau masyarakat tak beraktivitas di radius – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di radius bahaya Gunung Awu setelah aktivitas vulkaniknya meningkat ke Level III (Siaga). Langkah ini diambil sebagai antisipasi potensi erupsi yang bisa terjadi kapan saja, terutama bagi warga yang tinggal di area dekat kawah Gunung Awu. Peringatan ini disampaikan oleh Lana Saria, Pelaksana Tugas Badan Geologi, dalam laporan terbaru yang diterima ANTARA di Manado, Sabtu.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Status Siaga

Peningkatan status Gunung Awu ke Level III menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik telah mencapai tingkat yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi. Dalam pernyataannya, Lana Saria menegaskan bahwa wilayah radius empat kilometer dari titik pusat kawah adalah zona yang harus dihindari oleh masyarakat. Hal ini berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah indikator seperti kegempaan dan perubahan suhu di sekitar kawah, yang menunjukkan adanya perubahan dinamika dalam sistem magmatik.

Menurut Badan Geologi, kegempaan vulkanik dangkal yang terjadi secara intens sejak April 2024 menjadi tanda bahwa Gunung Awu sedang memasuki fase aktivitas yang lebih tinggi. Data gempa vulkanik dangkal mencapai 364 kejadian pada 24 dan 25 Agustus 2024, lalu melonjak menjadi 519 kali di bulan Mei 2026. Angka tersebut disertai dengan 24 gempa vulkanik dalam, 4 gempa tektonik lokal, dan 454 gempa tektonik jauh, yang menunjukkan bahwa Gunung Awu terus mengalami fluktuasi geologis yang perlu diawasi secara ketat.

Risiko dan Efek Peningkatan Aktivitas

Peningkatan gempa vulkanik dangkal yang tercatat sejak tahun 2024 memicu kekhawatiran akan terjadinya erupsi yang bisa mengancam kehidupan masyarakat sekitar. Dalam laporan terbaru, Badan Geologi mencatat bahwa terdapat 74 gempa vulkanik dangkal serta 3 gempa vulkanik dalam pada 19 Mei 2026, yang menjadi indikator peningkatan tekanan dalam sistem magmatik. Kenaikan ini menandai gelombang kegempaan kedua sejak bulan April 2024, dengan intensitas yang lebih signifikan.

Kemungkinan bahaya yang terancam meliputi erupsi magmatik atau freatik, serta pelepasan kubah lava jika tekanan dalam terus meningkat. Hembusan asap kawah Gunung Awu yang terlihat berwarna putih hingga abu-abu, dengan ketinggian mencapai 10 hingga 200 meter di atas kubah lava, juga menjadi perhatian. Asap ini mengandung partikel dan gas yang bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan dekat danau kawah.

Langkah-langkah yang Dianjurkan untuk Mengurangi Risiko

Menyusul peringatan dari ESDM, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Geologi serta instansi terkait. Pemantauan terus dilakukan untuk menilai perubahan aktivitas vulkanik secara real-time. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang menyebarkan kekhawatiran tanpa dasar ilmiah, karena hal ini bisa memicu reaksi berlebihan seperti panik atau perpindahan warga yang tidak terencana.

Sebagai antisipasi, Badan Geologi menyarankan masyarakat untuk menghindari aktivitas di radius empat kilometer dari kawah Gunung Awu. Wilayah ini menjadi area risiko terbesar karena kemungkinan pelepasan material vulkanik atau letusan tiba-tiba. Pemantauan berkelanjutan diharapkan bisa memberikan informasi akurat tentang perubahan kondisi Gunung Awu, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri secara lebih baik.

ESDM juga mengimbau warga untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti suara gemuruh atau kejadian luncuran lava, sebagai tanda awal adanya aktivitas yang lebih intens. Dengan mengikuti imbauan ini, diharapkan risiko terhadap masyarakat bisa diminimalkan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan paparan asap dan abu vulkanik. Selain itu, pemerintah setempat dianjurkan untuk meningkatkan koordinasi dalam mengelola evakuasi jika diperlukan.

Kondisi Gunung Awu yang dinamis menunjukkan bahwa sistem vulkaniknya masih aktif dan perlu diawasi secara berkala. Peningkatan aktivitas ini juga memberikan gambaran bahwa Gunung Awu berpotensi mengalami erupsi dalam waktu dekat. Dengan mengedepankan kesadaran dan kehati-hatian, masyarakat bisa meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi. ESDM akan terus memberikan update terkini dan mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di radius bahaya hingga kondisi Gunung Awu stabil.

Leave a Comment