Bisnis

BBPOM Aceh intensifkan pendampingan UMKM perkuat mutu dan legalitas

Table of Contents
  1. BBPOM Aceh Intensifkan Pendampingan UMKM untuk Perkuat Mutu dan Legalitas
  2. Strategi BBPOM Aceh dalam Meningkatkan Kualitas Produk Pangan UMKM

BBPOM Aceh Intensifkan Pendampingan UMKM untuk Perkuat Mutu dan Legalitas

BBPOM Aceh intensifkan pendampingan UMKM perkuat – BBPOM Aceh sedang memperkuat pendampingan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya di bidang pangan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, memastikan keamanan makanan, serta meningkatkan daya saing usaha kecil di pasar regional dan nasional. “BBPOM Aceh intensifkan pendampingan UMKM sebagai upaya mendukung pertumbuhan industri pangan yang lebih profesional,” ungkap Muhibuddin, Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, saat memberikan penjelasan di Lhokseumawe, Sabtu.

Proses Sertifikasi untuk Memastikan Standar Produksi

Pendampingan yang dilakukan BBPOM Aceh mencakup pembinaan sertifikasi Nomor Izin Edar (NIE) dan audit terhadap Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kedua langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat legalitas usaha. Muhibuddin menegaskan bahwa selama pendampingan, pelaku UMKM tidak hanya diberi bimbingan teknis, tetapi juga ditegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Dalam praktiknya, BBPOM Aceh menekankan penerapan standar sanitasi dan higiene pada setiap tahap produksi. “Denah ruang produksi yang sesuai dengan aturan keamanan pangan menjadi salah satu fokus utama,” jelas Muhibuddin. Selain itu, tim juga membantu pelaku usaha dalam merancang sistem pengendalian mutu yang terstruktur dan terukur. Proses ini dilakukan secara bertahap, dengan sesi pelatihan dan konsultasi untuk memastikan pemahaman yang mendalam.

Manfaat Dukungan BBPOM Aceh bagi UMKM

Program pendampingan BBPOM Aceh memiliki dampak signifikan terhadap kinerja UMKM. Dengan mendapatkan izin edar, produk pangan lokal diharapkan lebih mudah dipasarkan karena memenuhi persyaratan keamanan. “BBPOM Aceh intensifkan pendampingan UMKM agar mereka bisa bersaing dengan produsen besar,” tambah Muhibuddin. Ia juga menyebutkan bahwa izin ini berperan dalam meningkatkan nilai jual produk, baik untuk konsumen lokal maupun ekspor.

Kepala BBPOM Aceh menjelaskan bahwa pendampingan ini dilakukan secara intensif, termasuk penguatan pengetahuan tentang prinsip-prinsip CPPOB. “Kami berikan pelatihan mengenai penyusunan manual mutu, penerapan sistem pengendalian kontaminasi, serta manajemen risiko yang berkelanjutan,” katanya. Hal ini berdampak pada pengurangan kecelakaan pangan dan peningkatan kredibilitas merek UMKM.

Strategi BBPOM Aceh dalam Meningkatkan Kualitas Produk Pangan UMKM

Strategi BBPOM Aceh mencakup pendekatan holistik, dengan melibatkan berbagai elemen seperti pemilik usaha, produsen, dan pihak terkait lainnya. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada pemeriksaan fisik produk, tetapi juga memberikan panduan teknis untuk menjamin kompetensi produsen. “BBPOM Aceh intensifkan pendampingan UMKM dengan melibatkan para pengusaha dalam pelatihan terstruktur, termasuk evaluasi langsung di tempat produksi,” ujar Muhibuddin.

Kelompok usaha kecil dan menengah di Aceh, khususnya yang bergerak di bidang pangan, menjadi prioritas dalam program ini. BBPOM Aceh juga menyasar UMKM yang memproduksi produk seperti makanan tradisional, minuman, serta bahan pangan olahan. Dukungan dari institusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi secara bertahap, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang tidak terstandarisasi.

Dalam upaya menjangkau lebih banyak pelaku usaha, BBPOM Aceh berencana memperluas program pendampingan ke daerah-daerah lain di Aceh. “Kami ingin memberikan pelatihan serupa di Aceh Tenggara dan Aceh Selatan, karena banyak UMKM di sana yang belum mengikuti standar CPPOB,” kata Muhibuddin. Ia menambahkan bahwa setiap pelaku usaha yang diberikan pendampingan diberikan dokumen sertifikasi sebagai bukti kompetensi yang valid.

Pendampingan intensif dari BBPOM Aceh juga membantu pelaku UMKM dalam memahami prosedur administratif yang harus dipenuhi. “Proses sertifikasi NIE dan IP-CPPOB membutuhkan persiapan yang matang, termasuk pengisian data secara lengkap dan akurat,” katanya. Dengan demikian, UMKM dapat meminimalkan kesalahan dalam pengajuan izin dan mempercepat masuknya produk ke pasar.

Kegiatan pendampingan ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendorong keberlanjutan bisnis UMKM. BBPOM Aceh menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keamanan pangan sebagai bagian dari pengelolaan usaha yang profesional. “Dengan pendampingan ini, kami harap UMKM Aceh bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi lokal,” tutup

Leave a Comment