New Policy: Implementasi Budaya K3 Badak LNG Berbuah Lima Penghargaan di Ajang WISCA 2026
New Policy – Jakarta – Badak LNG, perusahaan energi terkemuka, kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan budaya keselamatan kerja (K3) melalui kebijakan baru yang berfokus pada penguatan kerangka kerja manajemen. Strategi ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif dari seluruh lapisan organisasi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan. Penerapan kebijakan baru ini diakui dalam ajang WISCA 2026, di mana perusahaan meraih lima penghargaan secara bersamaan, mencerminkan keberhasilan terpadu dalam mengintegrasikan standar K3 ke dalam setiap aspek operasional.
Pencapaian Momen Bersejarah di WISCA 2026
Dalam acara WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026, Badak LNG menorehkan prestasi yang tidak terduga. Lima penghargaan yang diterima, termasuk Platinum Level 5 dan Concerned ESG, menjadi bukti bahwa kebijakan baru perusahaan berhasil menciptakan kultur keselamatan yang dinamis. Selain itu, kategori baru Piala Terbaik juga disematkan sebagai pengakuan terhadap keunggulan kinerja dan komitmen terhadap zero accident. Presiden Direktur & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, turut memperoleh penghargaan Concerned CEO Top Leadership Award, yang menegaskan peran kepemimpinan dalam penerapan New Policy ini.
“New Policy yang diterapkan Badak LNG menjadi pilar utama dalam menjaga konsistensi keselamatan kerja selama lebih dari 19 tahun. Kepuasan kami terhadap hasil ini tidak hanya berasal dari pencapaian kuantitatif, tetapi juga dari kepuasan tim kami dalam membangun kesadaran akan pentingnya keamanan di setiap level operasional,” tutur Feri Sulistyo Nugroho, Director & COO Badak LNG.
Proses penilaian WISCA 2026 memerlukan analisis mendalam berupa verifikasi dokumen, survei karyawan, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengukur kualitas implementasi New Policy. Hasilnya menunjukkan bahwa Badak LNG tidak hanya memenuhi standar keselamatan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Ini menjadi kunci dalam menambahkan indikator kinerja leading dan lagging ke dalam sistem evaluasi, sehingga keberhasilan bisa diukur secara real-time.
Pengaruh Kebijakan Baru pada Rekam Jejak Keselamatan
Badak LNG telah mencatat sejarah luar biasa dalam menjaga keselamatan kerja sejak 8 Desember 2006. Hingga 31 Maret 2026, perusahaan mencapai 135 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja. Angka ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga mengubah cara kerja dan pola pikir seluruh staf. Kebijakan baru ini memastikan bahwa setiap proses operasional selaras dengan prinsip keamanan, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun kesehatan kerja.
Kebijakan New Policy juga memperkuat koordinasi antara manajemen, karyawan, dan mitra kerja. Dengan memperkenalkan program pelatihan berbasis perilaku dan sistem monitoring yang lebih ketat, Badak LNG mampu menurunkan risiko keselamatan secara signifikan. Penghargaan di WISCA 2026, terutama top Performance Zero Accident, menjadi bukti bahwa upaya ini membuahkan hasil yang mencolok. Selain itu, predikat PROPER Emas yang diraih ke-15 kalinya menunjukkan bahwa komitmen pada lingkungan dan keberlanjutan tidak terganggu oleh fokus pada kebijakan New Policy.
Dalam mencapai lima penghargaan sekaligus, Badak LNG menunjukkan kemampuan untuk menyeimbangkan berbagai aspek K3. Kebijakan baru ini mencakup langkah-langkah seperti penggunaan teknologi pemantauan, pelibatan keluarga pekerja dalam keselamatan, dan perbaikan prosedur respons darurat. Seluruh inisiatif tersebut berjalan harmonis, memastikan bahwa keberhasilan dalam WISCA 2026 bukan sekadar pencapaian tahunan, tetapi juga peningkatan kualitas keselamatan secara berkelanjutan.
Perusahaan berencana untuk memperluas kebijakan New Policy ke seluruh unit operasional, termasuk kilang dan pabrik. Dengan memperhatikan feedback dari pelaku lapangan dan kebutuhan terkini, Badak LNG akan terus mengoptimalkan pendekatan K3 yang holistik. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kesejahteraan pekerja, yang merupakan komponen kunci dalam menciptakan budaya keselamatan yang berkelanjutan.
