Humaniora

New Policy: Menteri PPA apresiasi pengelolaan P2L di Kediri

Table of Contents
  1. Menteri PPA Apresiasi Pengelolaan P2L di Kediri, Jawa Timur
  2. Peran P2L dalam Pangan Lestari
  3. Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat
  4. Pengembangan P2L sebagai Model Berkelanjutan

Menteri PPA Apresiasi Pengelolaan P2L di Kediri, Jawa Timur

New Policy – Sebagai bagian dari new policy pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan pangan bergizi dan mengurangi angka stunting, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Fauzi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengelolaan Kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Tertek, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kebijakan ini tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga menjadi inisiatif masyarakat yang mandiri. Dalam kunjungan kerja ke daerah tersebut, Menteri Arifah menyoroti peran aktif warga dalam mengembangkan konsep pekarangan yang mengintegrasikan pertanian organik, budidaya ternak, dan pengelolaan lingkungan.

Peran P2L dalam Pangan Lestari

Kawasan P2L di Desa Tertek menjadi contoh nyata bagaimana new policy bisa diimplementasikan secara efektif di tingkat masyarakat. Program ini mengajak warga untuk menanam tanaman pangan sekaligus memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber penghasilan ekonomi. Menteri Arifah mengungkapkan bahwa keberhasilan kawasan tersebut berawal dari kesadaran masyarakat untuk mengelola sumber daya lokal secara bersama-sama. “Di sini, setiap rumah tangga berpartisipasi aktif dalam produksi pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun pasar,” katanya.

Berkunjung ke Desa Tertek, Menteri Arifah juga meninjau langsung beberapa lahan pekarangan yang tergabung dalam program ini. Ia mengapresiasi usaha warga dalam menghasilkan pakan ternak secara mandiri, seperti maggot yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku luar. Selain itu, tanaman organik yang ditanam oleh warga menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi. “Ini adalah bentuk new policy yang nyata dan berdampak pada kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat

Program P2L di Desa Tertek tidak hanya mendapat dukungan dari pemerintah, tetapi juga berkembang melalui keterlibatan aktif warga. Menteri Arifah mengatakan bahwa new policy ini dirancang untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat. “Kemitraan ini menjadi kunci keberhasilan program, karena setiap anggota komunitas berkontribusi secara langsung,” ujarnya. Selama kunjungan, ia didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, serta Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang, Ismiati, menjelaskan bahwa keberhasilan P2L di desa tersebut tidak terlepas dari partisipasi kolektif warga. “Kita tidak hanya menanam sayuran, tapi juga berbagi teknik budidaya yang kita pelajari. New policy ini memberi ruang bagi kita untuk berkarya bersama,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa program ini juga mendorong kebersamaan dalam mengelola sumber daya alam, termasuk pengolahan hasil pertanian menjadi produk alternatif seperti rempeyek, puding, dan jus bayam.

Adanya new policy dalam pengelolaan P2L juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Ismiati mengungkapkan bahwa hasil pertanian dari pekarangan kini tidak hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dijual ke pasar lokal. “Dengan memperluas jenis tanaman dan produk, kita bisa meningkatkan pendapatan keluarga. New policy ini memberi kesempatan bagi warga untuk mengembangkan usaha mereka secara mandiri,” katanya. KWT Desa Tertek terus berupaya memperluas program ini ke desa-desa lain di Kediri.

Pengembangan P2L sebagai Model Berkelanjutan

Dalam wawancara terpisah, Menteri Arifah juga menyebut bahwa new policy ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan. “Kita ingin membentuk model yang bisa diadopsi oleh daerah lain, sekaligus memberdayakan perempuan sebagai pelaku utama pertanian,” katanya. Ia menjelaskan bahwa kawasan P2L di Desa Tertek memiliki komponen utama seperti pengelolaan tanah, penggunaan pupuk organik, dan pengurangan limbah pertanian.

Kawasan P2L juga menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengurangan stunting. Menteri Arifah menekankan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan edukasi tentang gizi dan kebersihan makanan. “Kita melibatkan warga dalam memproduksi makanan bergizi, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya. Hal ini sangat relevan mengingat stunting masih menjadi masalah utama di Indonesia, terutama di daerah-daerah pedesaan.

Menurut Ismiati, keberhasilan program P2L di Desa Tertek juga didukung oleh program Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eklusif) yang dikembangkan oleh pemerintah. “Kader ini membantu warga mengakses informasi kesehatan, termasuk pengelolaan pangan yang baik,” katanya. Ia berharap new policy ini bisa diterapkan lebih luas di Indonesia, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap bahan pangan.

Leave a Comment