KAI Laporkan Aksi Vandalisme di Sistem Perkeretaapian ke Polisi
KAI laporkan aksi vandalisme sistem perkeretaapian – KAI telah melaporkan tindakan vandalisme yang terjadi pada sistem perkeretaapian ke pihak kepolisian. Peristiwa ini terjadi di perlintasan Commuter Line Stasiun Daru-Parung Panjang, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (8/5). Perusahaan mengambil langkah hukum untuk menindak pelaku yang menghancurkan infrastruktur kereta api. Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, memberikan pernyataan kepada ANTARA terkait insiden tersebut.
“Betul, kami akan melaporkan aksi vandalisme tersebut ke polisi,” ujarnya.
Vandalisme ini berupa pencurian kabel counting head axle counter, yang merupakan bagian dari sistem pendeteksi keberadaan kereta api. Franoto menjelaskan, tindakan ini dilaporkan sesuai dengan Pasal 197 UU No. 23 Tahun 2007, yang mengatur pelanggaran terhadap prasarana perkeretaapian. Pelaku bisa dihukum penjara hingga tiga tahun karena perbuatan tersebut mengganggu keselamatan transportasi umum.
“KAI Daop 1 Jakarta sedang mengkoordinasikan dengan polisi untuk mengetahui identitas pelaku dan langkah hukum lebih lanjut,” tambahnya.
Kerusakan Infrastruktur Memicu Gangguan Operasional
Menurut Franoto, insiden vandalisme ini menyebabkan gangguan pada sistem pendeteksi keberadaan kereta api di jalur hulu dan hilir. Petugas menemukan kerusakan setelah melakukan inspeksi di KM 50+5/6. Franoto menekankan bahwa perangkat axle counter sangat vital untuk memastikan operasional kereta api berjalan lancar.
“KAI Daop 1 langsung mengambil tindakan perbaikan dengan menurunkan tim teknis ke lokasi,” ujarnya.
Laporan awal diterima sekitar pukul 01.38 WIB dari PPKA Stasiun Daru. Dalam aksi tersebut, tiga titik lokasi mengalami pencurian kabel counting head axle counter, yang berdampak pada enam zona perangkat. Kerusakan ini menyebabkan perjalanan kereta api terganggu dan harus dihentikan sementara waktu. KAI menyampaikan apresiasi kepada pihak yang melaporkan kejadian ini.
Detail Vandalisme dan Dampak pada Layanan Transportasi
Vandalisme pada sistem perkeretaapian ini menimbulkan masalah teknis serius. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa layanan Commuter Line antara Stasiun Daru dan Parung Panjang terganggu selama beberapa jam. Sistem otomatis persinyalan kereta api mengalami hambatan akibat hilangnya fasilitas prasarana vital tersebut.
“Kami sedang berupaya memperbaiki dan mengganti kabel yang dicuri agar layanan kembali normal,” kata Karina.
Karina menambahkan bahwa delapan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung terlambat antara 14 hingga 24 menit. Tindakan vandalisme ini tidak hanya mengganggu jadwal operasional, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang. KAI Commuter meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas perkeretaapian dan melaporkan kejadian serupa.
Vandalisme pada sistem perkeretaapian tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat yang mengandalkan transportasi tersebut. Franoto Wibowo menegaskan bahwa KAI Daop 1 Jakarta terus memantau kondisi jalur dan mengupayakan pengamanan lebih ketat untuk menghindari tindakan serupa. Ia juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku dan mengambil langkah pencegahan.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga prasarana perkeretaapian agar keberlanjutan layanan tetap terjaga,” ujarnya.
KAI Daop 1 Jakarta juga menjelaskan bahwa sistem perkeretaapian yang rusak merupakan bagian dari upaya modernisasi jaringan transportasi. Vandalisme tersebut menunjukkan adanya ancaman dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab terhadap infrastruktur yang sudah dianggap cukup mapan. Franoto mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas perkeretaapian.
