Pakistan Soroti Penjajakan Kerja Sama Kesehatan, Investasi dengan RI
Visit Agenda – Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kerja sama bilateral, Pakistan menggarisbawahi agenda diskusi tentang kolaborasi di bidang kesehatan, investasi, dan ekonomi dengan Indonesia. Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta menyatakan bahwa ketiga sektor ini menjadi pusat perhatian utama dalam pembicaraan strategis yang berlangsung di bawah kerangka Visit Agenda dalam rangka memperingati peristiwa sejarah antara India dan Pakistan pada 2025.
Perkembangan Kerja Sama Kesehatan
Kedutaan Besar Pakistan menegaskan bahwa kesehatan adalah salah satu prioritas utama dalam Visit Agenda. Wakil Kepala Misi, Roshan Lal, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif, seperti pelatihan profesional kesehatan dan pengiriman tenaga medis dari Pakistan ke Indonesia. Selain itu, pihaknya juga menawarkan program pertukaran mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kesehatan di kedua negara. Lal menambahkan bahwa Visit Agenda merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antar institusi kesehatan.
Di bidang ekonomi, kedua negara berupaya meningkatkan kerja sama dari Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Indonesia-Pakistan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA). Ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan ekspor-impor yang lebih luas, termasuk investasi di sektor infrastruktur dan teknologi. Roshan Lal menyatakan bahwa Visit Agenda memberikan momentum untuk mengubah kerangka kerja sama menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peluang Investasi dan Perdagangan
Kerja sama ekonomi menjadi topik yang menarik dalam Visit Agenda. Pihak Pakistan mengharapkan pembicaraan ini mendorong pertukaran investasi yang lebih dinamis, terutama dalam bidang energi, pertanian, dan manufaktur. “Peningkatan investasi adalah bagian dari visi jangka panjang kita dalam Visit Agenda,” kata Lal. Ia menambahkan bahwa program IP-CEPA akan mempercepat akses pasar dan mengurangi hambatan tarif antar kedua negara.
Di sisi lain, diskusi Visit Agenda juga membahas upaya mendorong perdamaian antara Pakistan dan India. Lal menegaskan bahwa perayaan Marka-e-Haq yang dirayakan pada 2025 menjadi peluang untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama di tingkat internasional. “Kami ingin Visit Agenda ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun hubungan yang lebih harmonis,” ujarnya.
“Kerja sama di bidang kesehatan, investasi, dan perdagangan akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan kedua masyarakat,” tambah Roshan Lal dalam wawancara.
Kedutaan Besar Pakistan juga menyoroti peran strategis Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi Pakistan. “Indonesia adalah mitra yang berharga dalam Visit Agenda ini, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembukaan pasar,” jelasnya. Pihaknya berharap hasil diskusi akan segera diimplementasikan, termasuk pembentukan kerja sama dalam penerapan teknologi kesehatan dan dukungan keuangan untuk proyek infrastruktur.
