Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan efisiensi produksi, Key Strategy menjadi prioritas utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dalam mengatasi tantangan biaya pakan peternak di Magetan. Distribusi jagung pakan melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ini menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan inflasi terhadap industri ternak lokal. Dengan menyalurkan 250 ton jagung SPHP, Bapanas berharap mampu memberikan dampak positif yang signifikan, terutama bagi peternak unggas yang terkena kenaikan harga bahan baku.
Program SPHP Jagung: Stabilisasi Harga dan Pasokan
Penyaluran jagung SPHP di Magetan dilakukan secara bertahap, dengan tahap awal melibatkan dua koperasi peternak yang memesan melalui platform Klik SPHP Jagung. Pihak Bapanas menyatakan bahwa harga jagung yang disalurkan lebih rendah dibandingkan pasar bebas, yaitu maksimal Rp5.500 per kilogram dengan kadar air 12-14 persen, dibandingkan harga biasa sekitar Rp6.600 per kilogram dan kadar air 16-17 persen. Ini merupakan Key Strategy yang dirancang untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan menurunkan biaya produksi peternak.
“Program SPHP jagung pakan dipastikan telah berjalan mulai hari ini sehingga diharapkan dapat meringankan biaya produksi peternak unggas,” ujar Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono.
Kebijakan Key Strategy ini tidak hanya berdampak pada peternak unggas, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga telur di Magetan. Menurut data Bapanas, harga telur ayam ras di tingkat peternak mencapai Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram pada 8 Mei 2026, tercatat deflasi sebesar 4,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Deflasi yang terjadi sebelumnya di bulan April 2024 (5,80 persen) dan April 2025 (4,13 persen) menunjukkan bahwa harga telur ayam ras sudah menunjukkan tren penurunan, meski kebutuhan bahan pakan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi biaya produksi.
Distribusi pertama jagung SPHP di Gudang Gulun Magetan dihadiri oleh Maino Dwi Hartono, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, serta perwakilan Perum Bulog. Proses penyaluran ini dirancang agar keberlanjutan pasokan jagung bisa terjamin, terutama bagi peternak yang mengalami kesulitan mengakses bahan baku secara berkala. Dengan Key Strategy ini, Bapanas berupaya memastikan harga jagung tetap terjangkau hingga akhir tahun 2026, dengan total alokasi mencapai 7.900 ton.
“Alhamdulillah hari ini proses penyaluran jagung SPHP perdana secara nasional dimulai di Magetan,” tambah Maino.
Bapanas menegaskan bahwa program SPHP jagung pakan merupakan Key Strategy yang selaras dengan upaya pengendalian inflasi di sektor pangan. Harga jagung SPHP di tingkat peternak tidak melebihi Rp5.500 per kilogram, dengan ketentuan kadar air 12-14 persen. Hal ini diharapkan bisa memberikan kelonggaran keuangan bagi para peternak, terutama di tengah penurunan harga telur yang mengakibatkan daya beli konsumen meningkat.
Program Key Strategy Bapanas juga menargetkan keberlanjutan pasokan jagung untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternak. Koperasi yang terdaftar di sistem Klik SPHP Jagung mendapat prioritas dalam akses bahan baku, sehingga pengawasan distribusi bisa lebih optimal. Selain itu, Bapanas memastikan kualitas jagung SPHP terjaga melalui standar teknis yang ketat, termasuk pengawasan dari Bulog dalam proses pembelian dan distribusi.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengapresiasi langkah Key Strategy Bapanas dan Bulog yang menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan pasokan pakan ternak. “Pemerintah daerah berharap program ini bisa terus berjalan secara stabil, sehingga masyarakat peternak bisa merasakan manfaatnya,” kata Nanik. Ia menambahkan, Magetan sebagai sentra produksi telur ayam ras memiliki peran strategis dalam pangan nasional, dan keberhasilan SPHP akan memperkuat keberlanjutan industri tersebut.
