Politik

Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera usai kecelakaan bus

Legislator Dorong Evaluasi Jalan Lintas Sumatera Usai Kecelakaan Bus

Insiden Maut di Jalan Lintas Sumatera

Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera – Kecelakaan maut yang menimpa bus penumpang ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5) siang menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi saat bus yang melaju dari Lubuk Linggau menuju Jambi mencoba menghindari lubang jalan. Akibatnya, kendaraan kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan, dan menabrak truk tangki hingga menyebabkan kebakaran besar. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup signifikan, sehingga memicu kebutuhan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kualitas jalan lintas Sumatera.

Kecelakaan ini mengingatkan kita kembali tentang pentingnya menjaga keselamatan transportasi. Jalan lintas Sumatera, yang merupakan jalur utama untuk menghubungkan berbagai wilayah di pulau tersebut, harus dipastikan aman sebelum penggunaannya diperluas. Legislatur dari Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memberikan pernyataan bahwa kecelakaan ini menjadi momentum untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang sering menjadi penyebab kecelakaan serupa di masa lalu.

Permintaan Evaluasi Infrastruktur

Zigo Rolanda, dalam wawancara terpisah, menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan jalan lintas Sumatera. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perhubungan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi fisik jalan, drainase, serta tanda-tanda peringatan. “Jalan lintas Sumatera sudah terbukti rentan akan kecelakaan, terutama di area yang kurang diawasi. Evaluasi harus berbasis data dan fakta,” ujarnya.

Kecelakaan di Muratara bukanlah kejadian pertama yang menimpa jalan lintas Sumatera. Sebelumnya, pada tahun 2022, terjadi insiden serupa di Jalan Lintas Sumatera yang mengakibatkan sejumlah korban. Menurut Zigo, kejadian ini menyoroti urgensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas jalan dan melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah kerugian serius. Ia juga menekankan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga harus didukung oleh masyarakat dan operator transportasi.

Di sisi lain, Zigo menyoroti peran operator dalam memastikan keselamatan pengguna jalan. Ia menyebutkan bahwa bus penumpang yang membawa muatan berbahaya seperti tabung gas, mesin, dan sepeda motor menjadi faktor risiko tambahan. “Jalan lintas Sumatera sudah memadai, tetapi jika digunakan untuk angkutan yang tidak sesuai standar, itu bisa memperburuk kondisi,” kata legislator tersebut.

Langkah Mitigasi dan Penyebab Utama

Analisis awal oleh pihak berwenang menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh kekurangan infrastruktur jalan. Lubang di permukaan jalan yang tidak terdeteksi oleh pengemudi bus menyebabkan kendaraan kehilangan kontrol. Selain itu, keterbatasan lampu jalan dan kurangnya jarak pandang di area yang curam juga diperkirakan berkontribusi pada kecelakaan. Zigo mengingatkan bahwa jalan lintas Sumatera sering kali dianggap sebagai jalur utama, tetapi keamanannya tidak selalu dijamin.

Legislator tersebut menekankan perlunya sistem mitigasi risiko yang lebih baik, termasuk pemasangan marka jalan yang jelas dan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan. “Pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan BBM harus diperketat, karena kesalahan penggunaan jalur bisa memicu kecelakaan yang tidak terduga,” tambahnya. Ia juga mengkritik kinerja terminal-terminal keberangkatan yang dinilai masih kurang memadai dalam memastikan kendaraan yang melalui jalan lintas Sumatera memenuhi standar keselamatan.

Zigo Rolanda menambahkan bahwa jalan lintas Sumatera memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah perekonomian. Karena itu, perbaikan infrastruktur tidak hanya untuk mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga untuk mendukung mobilitas penduduk dan distribusi barang. “Jalan lintas Sumatera harus menjadi jalan yang aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat,” jelas legislator tersebut.

Korban dan Dukungan Masyarakat

Kecelakaan ini menewaskan beberapa penumpang dan menyebabkan kerusakan parah pada dua kendaraan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan bahwa penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti. Dari sisi masyarakat, kejadian ini memicu reaksi yang kuat, dengan banyak warga meminta pemerintah mengevaluasi kinerja pengelolaan jalan lintas Sumatera.

Dalam wawancara terpisah, Zigo juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. “Saya berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi. Semoga semua pihak segera memberikan perhatian serius terhadap jalan lintas Sumatera agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya. Ia berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya terfokus pada jalan fisik, tetapi juga pada tata kelola transportasi yang lebih terpadu.

Masih ada sejumlah titik rawan di jalan lintas Sumatera yang belum sepenuhnya diperbaiki, seperti di kabupaten-kabupaten yang terpencil. Zigo menyarankan agar pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan untuk rehabilitasi jalan tersebut. “Jalan lintas Sumatera adalah tulang punggung transportasi, jadi kita tidak boleh membiarkan kondisinya memburuk,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya evaluasi dan perbaikan, Zigo optimis bahwa jalan lintas Sumatera akan menjadi lebih aman. Ia mengharapkan kementerian terkait bekerja sama dengan DPR RI untuk menyusun rencana aksi jangka panjang. “Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera bukan sekadar mengejar tanggung jawab, tetapi juga untuk menjaga kepentingan rakyat yang bergantung pada jalur tersebut,” pungkasnya. Langkah ini diperkirakan akan menjadi referensi untuk evaluasi infrastruktur lainnya di Indonesia.

Leave a Comment