Humaniora

Main Agenda: Delegasi UNY kunjungi BFSU di Beijing, bahas pertukaran akademis

Main Agenda Delegasi UNY dan BFSU di Beijing: Kolaborasi Akademik yang Memicu Perubahan

Main Agenda ini menjadi fokus utama dalam kunjungan delegasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke Beijing Foreign Studies University (BFSU) di Beijing. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (8/5) menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua institusi pendidikan. Dalam acara tersebut, UNY dan BFSU menyelaraskan visi dan strategi kolaborasi, terutama dalam bidang pertukaran akademis yang bertujuan mendorong pertumbuhan pengetahuan serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Selain itu, diskusi juga menyoroti potensi program joint research dan pengalaman pengajaran bahasa Indonesia serta Jawa yang bisa menjadi referensi bagi BFSU.

Kemitraan Strategis: Kegiatan yang Dianggap Berharga oleh Pihak Kedua

Delegasi UNY yang dipimpin oleh Prof. Endang Nurhayati dan Prof. Dr. Drs. Afendy Widayat dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, diterima dengan antusias oleh pihak BFSU. Dalam sambutannya, Prof. Su Yingying, dekan Fakultas Studi Asia di BFSU, menekankan bahwa Main Agenda pertemuan ini tidak hanya tentang kesepakatan tanda tangan, tetapi juga tentang langkah konkret yang akan memberikan dampak jangka panjang. “Kunjungan UNY memberi kita kesempatan untuk mendalami potensi kolaborasi akademik yang sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu, dan memperluasnya ke bidang lain seperti pertukaran mahasiswa dan riset bersama,” kata Su, yang menambahkan bahwa BFSU terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bahasa di Asia Tenggara.

“Main Agenda kita kali ini adalah memastikan bahwa kerja sama antara UNY dan BFSU tidak hanya bertahan dalam masa kini, tetapi menjadi fondasi untuk inovasi pendidikan di masa depan,” ujar Prof. Endang Nurhayati.

Sebagai bagian dari Main Agenda, kedua pihak juga menyelidiki peluang pengembangan program magister dan doktoral. Su menyebutkan bahwa BFSU telah meluncurkan beberapa program pendidikan berbasis teknologi, yang bisa diadopsi UNY untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa. Dalam diskusi terbuka, Hendy Yuniarto, dosen Indonesia di BFSU, menjelaskan bahwa Main Agenda ini bertujuan menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan global, dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran dari kedua universitas.

Pertukaran Mahasiswa: Langkah Konkret yang Disepakati

Dalam sesi dialog, delegasi UNY dan BFSU sepakat menetapkan kerja sama jangka panjang. Salah satu prioritas yang diusulkan adalah pertukaran mahasiswa antar jurusan, terutama dalam bidang linguistik dan studi budaya. “Main Agenda ini akan memastikan bahwa para mahasiswa UNY bisa merasakan pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda, sementara dosen BFSU juga bisa melibatkan diri dalam program UNY,” kata Hendy. Ia menambahkan bahwa BFSU sudah menyiapkan fasilitas pendidikan berbasis digital untuk menerima mahasiswa dari UNY.

“Kami sangat antusias untuk melibatkan para akademisi UNY dalam proyek penelitian kami di bidang pengajaran bahasa Indonesia,” ujar Su, yang mengungkapkan bahwa BFSU ingin menjadikan Main Agenda ini sebagai ajang pengukuhan kemitraan berkelanjutan.

Pertukaran akademis dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Prof. Afendy Widayat menyatakan bahwa UNY memiliki program pendidikan bahasa yang unik, terutama dalam menggabungkan pendekatan tradisional dan modern. “Main Agenda kami adalah memastikan program ini bisa saling melengkapi dengan keahlian BFSU dalam pengajaran berbasis teknologi,” tuturnya. Diskusi ini juga membahas rencana kunjungan sebaliknya, di mana dosen BFSU akan berkunjung ke Yogyakarta untuk berbagi metode pengajaran dan pengalaman administrasi akademik.

K

Leave a Comment