Wapres Gibran Hadiri Haul ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah di Jombang
Pengajian Umum dalam Rangka Perayaan Haul ke-55
What Happened During pada hari Minggu pagi, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menghadiri pengajian umum yang menjadi bagian dari perayaan Haul ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Kehadiran Gibran terpantau melalui video yang diunggah di YouTube Sekretariat Wapres, menunjukkan ia tiba dalam pakaian putih, diiringi oleh para tokoh penting, termasuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Jombang Warsubi. Di samping itu, hadir pula Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH M. Hasib Wahab Chasbullah, sebagai penghormatan terhadap tokoh yang dianggap sebagai panutan bagi generasi muda.
Signifikansi Acara dan Pesan Wapres
What Happened During di acara tersebut tidak hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi momen penting untuk memperingati kehidupan KH Abd. Wahab Chasbullah, tokoh ulama yang menjadi pendiri Nahdlatul Ulama. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Gibran memberikan sambutan yang menekankan pentingnya nilai-nilai persatuan, semangat kebangsaan, dan komitmen terhadap kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa santri, terlepas dari tempat mereka berada, harus menjadikan KH Wahab sebagai contoh dalam meneladani perjuangan dan dedikasi untuk Indonesia. “What Happened During acara ini mengingatkan kita akan peran besar para ulama dalam membentuk identitas nasional,” tambah Gibran.
Acara tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara para pemimpin nasional dan komunitas pesantren yang menjadi tulang punggung pendidikan Islam di Indonesia. Gibran menyoroti peran santri dalam menghadapi tantangan masa kini, seperti perubahan iklim, revolusi teknologi, dan konflik geopolitik. “What Happened During ini adalah panggilan untuk santri terus berkembang dan menjadi generasi yang tangguh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pesantren harus menjadi tempat pelatihan keimanan dan keterampilan yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Kehadiran Tokoh-Tokoh Lain dalam Perayaan
What Happened During perayaan Haul ke-55 tidak hanya melibatkan Wapres Gibran, tetapi juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari berbagai latar belakang. Di antaranya, KH Ahmad Muwafiq dari Pondok Pesantren Minggir, Sleman, dan KH Mushoddiq Fikri Farouq dari Riyadlus Sholihin, Jember. Kehadiran mereka menunjukkan kepedulian terhadap peran pesantren dalam menjaga keutuhan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. Para pengasuh pesantren ini secara aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan aspirasi mereka terkait kesejahteraan dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Dalam suasana yang penuh semangat, acara tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan harapan masa depan. Gibran mengajak para peserta agar tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama serta bersinergi dalam membangun keadilan sosial. “What Happened During ini adalah kesempatan untuk memperkuat ikatan antara generasi muda dengan sejarah bangsa,” katanya. Ia berharap para santri dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah-masalah besar yang mengancam kestabilan nasional.
Sejarah KH Abd. Wahab Chasbullah
What Happened During dalam perayaan Haul ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah memperkenalkan kembali kehidupan tokoh ulama yang diakui sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Lahir di Jombang pada 31 Maret 1888, beliau adalah seorang pemikir yang berperan besar dalam membentuk gerakan Islam modern di Indonesia. Pada 2014, mantan Presiden Joko Widodo menganugerahkan beliau sebagai pahlawan nasional sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sepanjang hidupnya. “What Happened During kehidupannya menginspirasi banyak orang untuk tetap berpegang pada prinsip keutuhan bangsa,” tutur Gibran.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran juga menyinggung perjuangan KH Abd. Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan bahwa sejarah harus dijadikan bahan pembelajaran untuk menghadapi tantangan masa kini. “What Happened During perjuangan beliau mengingatkan kita bahwa pemikiran dan tindakan ulama masih relevan dalam konteks kebangsaan,” kata Gibran. Acara ini dianggap sebagai langkah nyata dalam melestarikan warisan khilafah ulama yang menjadi fondasi peradaban Islam di Indonesia.
What Happened During kegiatan pengajian umum ini juga dihiasi oleh suasana kekeluargaan yang hangat. Peserta, yang terdiri dari santri, tokoh agama, dan masyarakat setempat, secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan aktivitas keagamaan. Gibran memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan PP Bahrul Ulum yang selama ini berperan aktif dalam menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia. “What Happened During acara ini membuktikan bahwa pesantren tetap menjadi pusat pendidikan yang unggul,” ujarnya. Ia juga berharap kehadiran para pemimpin nasional dapat memperkuat sinergi antara institusi keagamaan dan pemerintah dalam mendorong pembangunan bersama.
What Happened During perayaan Haul ke-55 KH Abd. Wahab Chasbullah menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan tidak bisa dipisahkan. Acara ini menjadi wadah untuk mengapresiasi peran ulama dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkebangsaan. Gibran menekankan bahwa santri harus menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa, dengan membawa semangat persatuan dan keberanian. “What Happened During ini adalah momentum untuk meneladani semangat KH Wahab dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” tutupnya.
