Kemenekraf: Nuanu Creative City Jadi Kawasan Kreatif Masa Depan
What Happened During pertemuan penting di Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar secara resmi memberikan dukungan penuh kepada proyek Nuanu Creative City yang sedang dikembangkan di Tabanan, Bali. Proyek ini dianggap sebagai perwujudan konsep kawasan kreatif modern yang harmonis dengan lingkungan sekitar dan berpotensi mengubah cara pengembangan industri ekraf di Indonesia. Irene menekankan bahwa kawasan ini tidak hanya menjadi ruang fisik, tetapi juga menyimbolkan visi ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan inovatif.
Model Inovatif yang Menyatukan Budaya dan Teknologi
“Nuanu Creative City tidak sekadar kawasan fisik, tetapi juga representasi dari masa depan industri ekraf Indonesia yang mampu menciptakan ekosistem kreatif inklusif,” kata Irene dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan, proyek ini menunjukkan komitmen untuk menjaga identitas lokal sambil mengadopsi teknologi terkini, seperti artificial intelligence dan immersive experience, yang menginspirasi pengunjung untuk berinteraksi secara mendalam dengan seni dan budaya Bali.
Pengembangan Nuanu Creative City diawali dengan konsep Tri Hita Karana, yang mendorong keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam. Prinsip ini diaplikasikan melalui desain arsitektur ramah lingkungan, penggunaan bahan lokal, dan integrasi ruang terbuka yang luas. “Kami percaya bahwa kawasan ini akan menjadi contoh unik di Asia Tenggara,” tambah Irene, yang menyoroti peran Nuanu dalam menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi global.
Kawasan ini juga memiliki keunikan dalam menghadirkan pengalaman edukatif bagi masyarakat. Misalnya, Art Village menjadi ruang untuk melatih generasi muda dalam teknik tradisional kerajinan Bali, sementara Nuanu Kids Academy memberikan pelatihan seni gratis kepada anak-anak sekitar. “What Happened During kunjungan kami ke sini menunjukkan bahwa Nuanu berpotensi menjadi pusat pembelajaran budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Strategi Sustainabilitas dan Kolaborasi Global
“What Happened During dalam pembangunan Nuanu, kami fokus pada praktik zero emission dan pengurangan jejak karbon,” jelas Irene. Strategi ini diwujudkan melalui penggunaan kendaraan listrik, pengolahan limbah organik, serta pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu, 70 persen dari total lahan 44 hektare dijadikan zona hijau yang berfungsi sebagai ruang pemulihan ekosistem dan tempat rekreasi masyarakat.
Sebagai bagian dari inisiatif Kemenekraf, Nuanu Creative City juga menjadi platform kolaborasi internasional. “What Happened During ini menunjukkan bahwa Bali tidak hanya memiliki kekayaan budaya, tetapi juga kemampuan dalam mengembangkan kawasan kreatif yang global dan ramah lingkungan,” tutur Irene. Ia menyoroti peran Nuanu dalam menjembatani seniman lokal dengan pelaku industri kreatif di berbagai negara, termasuk dalam memproduksi karya berbasis bahan daur ulang.
Kementerian Ekraf juga berharap Nuanu menjadi daya tarik wisata ekonomi kreatif. “What Happened During ekspansi kawasan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan komunitas,” papar Irene. Dengan integrasi teknologi seperti AI dan konservasi alam, proyek ini diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan kawasan kreatif yang menyeimbangkan kemajuan dengan kelestarian.
Kehadiran Nuanu Creative City di Bali juga memberikan dampak positif bagi seniman lokal. “What Happened During pengembangan zona ini, kita melihat partisipasi aktif para perajin dan kreatif di sekitar kawasan,” tambah Irene. Proyek ini berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan, pengakuan, dan pemasaran produk kreatif. Selain itu, kawasan ini juga menjadi tempat uji coba inovasi seperti pertunjukan seni interaktif dan edukasi lingkungan yang interaktif.
Menurut Irene, keberhasilan Nuanu tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dan perusahaan. “What Happened During ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif adalah jalan untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata dia. Ia menegaskan bahwa Nuanu akan menjadi contoh bagi kawasan kreatif lainnya, termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dalam menciptakan ekosistem yang berimbang antara ekonomi, budaya, dan lingkungan.
