Tekno

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Perangkat Arteri Berbasis Cip Membantu Prediksi Risiko Stroke

Beritaturah.com – Prediksi risiko stroke peneliti kembangkan perangkat inovatif yang dapat mengubah cara diagnosis dan pengobatan penyakit kardiovaskular. Tim peneliti internasional yang terdiri dari ahli dari Australia dan Tiongkok telah berhasil menciptakan terobosan berupa “arteri di atas chip”. Perangkat mutakhir ini mampu meniru struktur pembuluh darah serta dinamika aliran darah yang unik pada setiap pasien. Dengan kemampuan tersebut, alat ini diharapkan dapat membantu memprediksi kemungkinan terjadinya stroke secara lebih akurat dan tepat waktu.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Biomaterials. Dalam studi tersebut, perangkat ini digambarkan sebagai “kembaran fisik” atau physical twin bagi pembuluh darah pasien. Ringkasan yang dipublikasikan oleh Australian Science Media Centre pada hari Jumat, 24 Juli, menyebutkan bahwa bentuk pembuluh darah serta gangguan aliran darah lokal tampaknya menjadi faktor penentu risiko stroke yang lebih signifikan dibandingkan penyempitan pembuluh darah saja.

Uji Coba pada Enam Pasien

Untuk menguji efektivitas platform ini, para peneliti melakukan rekonstruksi arteri karotis dari enam orang pasien dengan tingkat keparahan penyakit yang bervariasi. Melalui penggunaan dinamika fluida komputasional, mereka berhasil memodelkan aliran darah. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan mencolok dalam aliran darah lokal, meskipun tingkat penyempitan arteri pada para pasien tersebut relatif serupa.

Lebih lanjut, setelah menggunakan teknologi laser untuk membuat luka kecil pada lapisan kolagen di bawahnya, tim peneliti juga mencatat bahwa proses pembekuan darah berlangsung secara berbeda-beda. Perbedaan ini sangat bergantung pada bentuk arteri masing-masing pasien. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana variasi anatomis dapat mempengaruhi risiko stroke pada individu yang berbeda.

“Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko strok dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka,” ujar Zhao Yunduo, penulis pertama studi dari Universitas Sydney, Australia.

Saat ini, tim peneliti sedang dalam proses merekrut pasien stroke untuk berpartisipasi dalam uji klinis. Inovasi ini membuka peluang baru dalam pendekatan pengobatan yang lebih personal dan efektif berdasarkan karakteristik anatomi individu. Dengan teknologi ini, dokter dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi lebih awal dan memberikan intervensi yang tepat sebelum stroke terjadi.

Prediksi risiko stroke peneliti kembangkan perangkat ini juga memiliki potensi untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan jangka panjang. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang disesuaikan, pasien dapat menghindari komplikasi serius yang sering terjadi setelah stroke. Selain itu, teknologi ini dapat membantu dalam pengembangan obat-obatan baru yang lebih efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Leave a Comment