Popov Manfaatkan Kondisi Angin Raih Tempat di Final China Open 2026
Beritaturah.com – Jakarta – Tunggal putra Prancis, Toma Junior Popov, berhasil mencatatkan sejarah baru dalam kariernya. Pemain berusia 27 tahun ini menembus babak final BWF World Tour Super 1000 China Open 2026 setelah Popov manfaatkan kondisi angin yang menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta sepanjang turnamen. Kehadiran di partai puncak ini merupakan pencapaian pertama bagi Popov di level turnamen Super 1000.
“Itu pertama kalinya saya mencapai tahap final sehingga saya berusaha menikmati setiap momen dan setiap detik di lapangan. Saya senang dapat mewakili Prancis pada level ini,” ungkap Popov dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi BWF pada Sabtu.
Strategi Menghadapi Tantangan Angin di Changzhou
Perjalanan Popov ke final tidak berjalan mulus. Ia harus bangkit setelah kehilangan gim pertama sebelum akhirnya mengalahkan unggulan kedelapan asal Kanada, Victor Lai, dengan skor 14-21, 21-12, dan 21-15. Pertandingan berlangsung di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, China, pada Sabtu. Kemenangan ini tidak hanya membawa Popov ke final untuk pertama kalinya, tetapi juga menjadikannya pemain tunggal Prancis pertama yang mencapai partai puncak turnamen level Super 1000.
Selain perlawanan keras dari Lai, Popov juga harus beradaptasi dengan kondisi angin di dalam arena. Salah satu sisi lapangan memiliki karakteristik yang lebih sulit, membuat pemain kesulitan mengendalikan arah kok. “Hal terpenting adalah meraih sebanyak mungkin poin karena, seperti yang terlihat, hampir mustahil bermain dari sisi tersebut. Kuncinya adalah permainan di depan net dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan mudah,” jelas Popov.
Popov menemukan pola permainan yang tepat setelah interval gim ketiga. Dengan Popov manfaatkan kondisi angin secara efektif, ia mampu menekan Lai dan memaksa lawannya melakukan sejumlah kesalahan. “Saya berhasil memaksa Victor melakukan kesalahan-kesalahan mudah dengan memanfaatkan embusan angin,” tambah pemain peringkat ke-17 dunia tersebut.
Hasil ini juga menandai kemenangan pertama Popov atas Lai dalam tiga pertemuan mereka. Sehari sebelumnya, Popov telah menjadi pemain tunggal Prancis pertama dalam 22 tahun yang mencapai semifinal China Open setelah Pi Hongyan pada 2004. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik Prancis dalam sejarah bulu tangkis.
Menurut catatan BWF, sebelum Popov, wakil Prancis yang pernah mencapai final turnamen Super 1000 adalah pasangan ganda campuran Thom Gicquel dan Delphine Delrue. Sebelumnya, gelar tertinggi Popov dalam rangkaian BWF World Tour berasal dari turnamen Super 300. Kemenangan pada final China Open akan memberinya gelar terbesar sepanjang kariernya.
“Perjalanan ini belum selesai karena masih ada satu langkah lagi. Sekarang saya sangat bangga dan bersemangat. Saya tidak sabar kembali ke lapangan untuk mencoba membawa rekor itu lebih jauh,” ujar Popov dengan penuh antusiasme.
Pada pertandingan final yang dijadwalkan pada Minggu, Popov akan menghadapi unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen. Chou melaju ke partai puncak setelah mengalahkan rekan senegaranya, Lin Chun Yi, dalam dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-17. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara dua pemain berpengalaman.

