Lintas Kota

Latest Program: Pram optimistis pengolahan sampah di pasar kurangi beban Bantargebang

Latest Program: Pram Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Bantargebang Kurangi Beban

Latest Program – Dalam rangka mengatasi masalah penumpukan sampah di TPST Bantargebang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimis bahwa program pengolahan sampah di pasar akan memberikan dampak signifikan. Ia menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari Latest Program yang diharapkan dapat mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke tempat pengolahan terpadu. Sebagai contoh, pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, diperkirakan mampu memproses hingga 5 ton sampah per hari. “Saya yakin bahwa dengan menerapkan Latest Program ini, kota Jakarta akan lebih hijau dan terbebas dari masalah sampah yang membebani TPST Bantargebang,” kata Pramono di Pasar Kramat Jati, Senin.

Program Pengolahan Sampah di Pasar: Penerapan dan Efeknya

Pengolahan sampah organik di pasar berupa pengumpulan, pemilahan, dan pengomposan menjadi salah satu langkah strategis dalam Latest Program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Pasar Jaya, lembaga yang mengelola 153 pasar di Jakarta, menjadi pionir dalam implementasi program ini. Dengan sistem ini, sampah yang sebelumnya langsung dibawa ke TPST Bantargebang kini diolah lebih lanjut di lokasi pasar, mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke tempat pengolahan utama. Pramono mengungkapkan bahwa hasil olahan sampah organik akan dijadikan pupuk, yang kemudian digunakan oleh petani atau warga sekitar. “Ini bukan hanya mengurangi beban, tetapi juga menciptakan nilai ekonomis dari sampah,” tambahnya.

Menurut data terkini, TPST Bantargebang menerima sekitar 500 ton sampah per hari dari berbagai pasar. Dengan penerapan Latest Program, volume ini diprediksi berkurang hingga 30 persen dalam waktu 12 bulan ke depan. Pramono menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif para pedagang dan pengelola pasar. “Kami ingin semua pasar menjadi pengolah sampah mandiri, tidak hanya penyalur sampah,” ujar mantan menteri lingkungan hidup itu.

Ekspansi Program: Sektor Hotel, Restoran, dan Kafe

Tidak hanya pasar, Latest Program juga akan diterapkan di sektor usaha lain yang berkontribusi besar pada sampah, seperti hotel, restoran, dan kafe. Pramono menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada para wali kota, camat, lurah, hingga tingkat RT/RW untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Sampah dari usaha kafe, misalnya, bisa diolah menjadi bahan baku kompos atau energi,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa pengolahan sampah di sektor ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing tempat.

Dalam Latest Program, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern. Menurut Pramono, selain memperkuat sistem di pasar, pihaknya juga akan memprioritaskan keterlibatan masyarakat dalam menekan produksi sampah. “Kami sedang menyusun skema pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan pengolahan sampah atau penghargaan bagi pelaku yang aktif dalam program ini,” tutur mantan wakil gubernur DKI itu.

“Kami ingin sampah tidak lagi dianggap sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan secara optimal,” kata Pramono. Ia berharap Latest Program ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. “Jika diterapkan secara massal, ini akan berdampak besar pada lingkungan dan ekonomi,” pungkasnya.

Leave a Comment