Program Makan Bergizi Gratis Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen di Triwulan II
Beritaturah.com – Jakarta mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen secara tahunan pada periode triwulan kedua tahun 2026. Angka ini didukung oleh berbagai faktor, termasuk peran signifikan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman, menjelaskan bahwa program tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja makroekonomi.
Realisasi Anggaran MBG Mencapai Rp98,8 Triliun
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total realisasi anggaran untuk program MBG hingga bulan Juni 2026 mencapai Rp98,8 triliun. Angka ini merupakan akumulasi dari realisasi selama triwulan pertama dan kedua tahun 2026. Secara rinci, triwulan I mencatatkan realisasi sebesar Rp54,1 triliun, sementara triwulan II mencapai Rp44,7 triliun.
Meskipun nilai realisasi pada triwulan II lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, terdapat peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 yang hanya sebesar Rp2,9 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, juga menegaskan bahwa program MBG memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah Tetap Berperan
Faisal Rachman menjelaskan bahwa kontribusi MBG terlihat jelas dari performa konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan menjadi 5,06 persen secara tahunan, turun dari angka 5,52 persen pada kuartal sebelumnya. Faktor utama yang menyebabkan perlambatan ini adalah normalisasi musiman terkait Ramadhan dan Idul Fitri, serta efek basis tinggi karena periode tersebut pada tahun lalu jatuh pada triwulan II.
Meski demikian, belanja rumah tangga tetap ditopang oleh periode libur sekolah, berlanjutnya pelaksanaan Program MBG, serta ekspansi ekonomi digital yang tetap kuat.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah juga mengalami perlambatan menjadi 15,97 persen secara tahunan dari 21,81 persen pada kuartal I 2026. Namun, Faisal menekankan bahwa konsumsi pemerintah tetap menjadi penyangga penting terhadap guncangan eksternal dan menjaga keseimbangan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan.
Belanja pemerintah terutama ditopang oleh pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara serta berlanjutnya pelaksanaan program MBG.
Investasi dan Ekspor Neto
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga menunjukkan penguatan menjadi 6,87 persen secara tahunan, naik dari 5,96 persen pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh investasi kendaraan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG dan inisiatif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sementara itu, ekspor neto terus memberikan tekanan negatif terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Ekspor masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian global yang berkepanjangan dan lemahnya permintaan eksternal. Di sisi lain, impor relatif lebih tangguh sejalan dengan solidnya permintaan domestik yang didukung oleh stimulus kebijakan pemerintah.
Edy Mahmud menambahkan bahwa peningkatan realisasi belanja pemerintah melalui program MBG turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah akan mengalir ke dunia usaha dan berputar dalam perekonomian, menciptakan efek multiplier yang positif bagi berbagai sektor.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ekonom sebut MBG turut topang pertumbuhan 5?
Ekonom sebut MBG turut topang pertumbuhan 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ekonom sebut MBG turut topang pertumbuhan 5 matter?
Ekonom sebut MBG turut topang pertumbuhan 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
