Humaniora

Taruna Akmil gembleng kemandirian siswa Sekolah Rakyat Pacitan

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Taruna Akmil gembleng kemandirian siswa Sekolah Rakyat Pacitan Melalui Program Bakti
  2. Related Reading

Taruna Akmil gembleng kemandirian siswa Sekolah Rakyat Pacitan Melalui Program Bakti

Beritaturah.com – Pacitan, Jawa Timur — Sebanyak lima taruna dari Akademi Militer (Akmil) hadir di Sekolah Rakyat dan Madrasah Aliyah (SRMA) 46 Pacitan untuk melaksanakan program pembinaan kemandirian siswa. Program ini berlangsung selama satu minggu penuh, tepatnya pada tanggal 1 hingga 7 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian Sosial bersama TNI dan Polri yang dikenal dengan nama Program Bakti Taruna. Melalui program ini, para taruna tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih mandiri dan disiplin.

Pembiasaan Hidup Berasrama dan Pembentukan Karakter Siswa

Para taruna melatih siswa dalam berbagai aspek kehidupan berasrama, mulai dari cara merapikan tempat tidur hingga menata perlengkapan pribadi secara tertib. Menurut Taruna Akmil Ivan Nur Faiz Sudirman yang ditemui di Pacitan pada hari Rabu, materi yang disampaikan tidak hanya mencakup keterampilan teknis semata. Pembentukan karakter melalui kedisiplinan, wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, kepramukaan, dan bela negara juga menjadi fokus utama dalam program ini.

“Kami ingin menanamkan kedisiplinan sejak hal-hal yang paling sederhana. Ketika siswa terbiasa menghargai waktu, menjaga kerapian, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, itu menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.

Selain itu, para taruna juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan asrama dan menghormati sesama penghuni. Hal ini dilakukan agar siswa dapat hidup harmonis dalam satu ruangan dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Program ini dirancang untuk membantu siswa yang baru pertama kali merasakan kehidupan di asrama agar lebih cepat beradaptasi.

Praktik Peraturan Dinas Dalam dan Motivasi Siswa

Selama pelatihan, para siswa mempraktikkan Peraturan Dinas Dalam atau PUDD yang mencakup teknik merapikan kasur, melipat sprei, hingga menata pakaian secara sistematis. Tujuannya agar perlengkapan mudah digunakan selama tinggal di asrama. Ivan menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana ini diharapkan menjadi budaya baru bagi siswa Sekolah Rakyat yang seluruh aktivitasnya berlangsung di lingkungan berasrama.

Selain pembiasaan hidup mandiri, para taruna juga memberikan motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita tinggi dan berusaha mewujudkannya melalui kerja keras, disiplin, serta menjaga nilai-nilai keagamaan. Mereka berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana kedisiplinan menjadi kunci kesuksesan dalam menjalani pendidikan tinggi.

“Semua cita-cita bisa tercapai apabila ada kemauan, usaha, disiplin, dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah,” ujarnya.

Respons Positif Siswa dan Kepala Sekolah

Pembinaan tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang sebagian besar baru pertama kali merasakan kehidupan di asrama. Tiwik Agustin, salah seorang siswi, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pelatihan tersebut, terutama mengenai cara mengatur perlengkapan pribadi secara lebih efektif.

“Sebelumnya saya sudah bisa merapikan tempat tidur, tetapi setelah diajari kakak-kakak taruna caranya lebih cepat, lebih rapi, dan lebih efisien,” katanya.

Sementara itu, Angga Anta Ramadhani, siswa lainnya, mengaku pembinaan dari para taruna menumbuhkan motivasi baru untuk melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer. Ia melihat bagaimana para taruna tampil disiplin, kompak, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas mereka.

“Saya melihat mereka disiplin, kompak, dan bertanggung jawab. Saya berharap suatu saat bisa mengikuti jejak mereka masuk Akademi Militer,” ujarnya.

Kepala SRMA 46 Pacitan, Bayu Arifyanto, menjelaskan bahwa pembentukan karakter menjadi salah satu fokus pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem berasrama selama 24 jam. Menurut dia, kehadiran Taruna Akmil menjadi bagian dari proses adaptasi siswa terhadap pola kehidupan baru yang menuntut kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

“Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar membangun karakter melalui pembiasaan sehari-hari. Kehadiran para taruna memberikan teladan langsung mengenai pentingnya disiplin dan semangat meraih cita-cita,” katanya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Bakti Taruna

Apa itu Program Bakti Taruna? Program Bakti Taruna adalah inisiatif kolaborasi antara Kementerian Sosial bersama TNI dan Polri yang melibatkan taruna Akademi Militer untuk membina kemandirian siswa di berbagai sekolah, termasuk Sekolah Rakyat.

Berapa lama program ini berlangsung? Program Bakti Taruna dijadwalkan berlangsung selama satu minggu, tepatnya dari tanggal 1 hingga 7 Agustus 2026 di SRMA 46 Pacitan.

Apa saja materi yang diajarkan kepada siswa? Materi yang diajarkan mencakup teknik merapikan tempat tidur, melipat sprei, menata pakaian, serta pembentukan karakter melalui kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan bela negara.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan lima taruna dari Akademi Militer, siswa SRMA 46 Pacitan, serta didukung oleh perwakilan Kementerian Sosial, TNI, dan Polri.

Bagaimana dampak program ini bagi siswa? Program ini membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama, meningkatkan kemandirian, dan menumbuhkan motivasi untuk meraih cita-cita tinggi melalui disiplin dan kerja keras.

Program Bakti Taruna dijadwalkan berlangsung hingga 7 Agustus 2026 dengan berbagai materi pembentukan karakter sebagai bagian dari penguatan pendidikan di Sekolah Rakyat. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi generasi yang mandiri, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Comment