Video

Banjir di Kendari rendam 657 rumah – 2.985 warga terdampak

Banjir di Kendari rendam 657 rumah, 2.985 warga terdampak

Banjir di Kendari rendam 657 rumah – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan karena mengalami banjir besar yang mengakibatkan 657 rumah terendam dan memengaruhi kehidupan sekitar 2.985 penduduk. Bencana alam ini terjadi sejak Sabtu, 9 Mei, dan meluas hingga mencapai tujuh kecamatan. Air yang menggenang mencapai ketinggian beberapa meter menyebabkan jalan raya, pasar, dan tempat ibadah terancam. Banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, sementara aktivitas sehari-hari terhambat karena infrastruktur kota kewalahan menghadapi keadaan darurat.

Kondisi terparah di wilayah paling rentan

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kota selama tiga hari berturut-turut. Wilayah yang paling parah adalah kecamatan Pare-Pare dan Teluk Tumbuk, di mana air tergenang hingga mencapai lantai dua bangunan. Selain itu, lahan pertanian yang luasnya mencapai 50 hektare juga mengalami kerusakan parah. Pemkot Kendari menyatakan akan mengupayakan pemulihan bersama bantuan dari pihak berwenang.

Banjir di Kendari rendam 657 rumah telah menyebabkan kerugian yang signifikan. Ratusan rumah terancam rusak karena air menggenang selama lebih dari 48 jam. Warga mengeluhkan kesulitan dalam mengakses makanan, air minum, dan perbekalan karena jalan utama terputus. Tidak hanya itu, puluhan orang juga dilaporkan mengalami kehilangan barang-barang pribadi, termasuk peralatan elektronik dan dokumen penting. Pemadam kebakaran serta relawan bersama-sama melakukan evakuasi warga dan pembersihan area terdampak.

Koordinasi kecamatan dan bantuan dari luar

Dalam upaya mengatasi dampak banjir di Kendari rendam 657 rumah, pemerintah daerah berupaya mengkoordinasikan penanganan darurat dengan masyarakat setempat. Dinas Perhubungan dan BPBD bekerja keras untuk membersihkan jembatan dan memperbaiki akses jalan. Sejumlah truk pengangkut bantuan langsung sampai ke wilayah terparah, termasuk tenda darurat dan makanan siap saji. Sementara itu, kecamatan-kecamatan terdampak mengadakan rapat untuk menentukan prioritas pendistribusian logistik.

Banjir di Kendari rendam 657 rumah juga menimbulkan kesulitan bagi para pengusaha kecil yang berada di area terkena dampak. Pasar tradisional yang terendam air menyebabkan pendapatan turun hingga 70% dalam satu hari. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka belum bisa kembali ke rumah karena masih ada sisa air yang menggenang. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kerusakan infrastruktur dan langkah perbaikan

Kerusakan yang terjadi pada infrastruktur kota menjadi perhatian utama setelah banjir di Kendari rendam 657 rumah. Jalan raya utama seperti Jalan Yos Sudarso dan Jalan Manggarai terendam dan terpaksa ditutup sementara. Selain itu, sistem drainase yang tidak mampu menampung air hujan menyebabkan genangan berkelanjutan di daerah dataran rendah. Pemkot Kendari menargetkan perbaikan infrastruktur dalam 10 hari terdekat, sementara warga diberi bantuan sementara untuk mengatasi kebutuhan pokok.

(Saharudin/Agha Yuninda Maulana/Rijalul Vikry)

Masalah lingkungan juga terlihat dalam banjir di Kendari rendam 657 rumah. Aliran air yang membawa lumpur dan sampah menyebabkan pencemaran di beberapa titik. Warga mengeluhkan bau tidak sedap dan risiko kesehatan akibat air kotor. Karena itu, tim kesehatan kecamatan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terdampak. Pemkot juga berencana untuk menyulap area tergenang menjadi tempat penampungan darurat sementara.

Leave a Comment