Politik

What You Need to Know: Warisan kolonial di balik seragam cokelat

Warisan Kolonial di Balik Seragam Cokelat

What You Need to Know tentang warisan kolonial yang tersembunyi dalam struktur polisi Indonesia bisa dijelaskan melalui karya sejarawan Belanda Marieke Bloembergen, yang dalam bukunya

Polisi Zaman Hindia Belanda; dari Kepedulian dan Ketakutan (2011)

membongkar cara sistem kepolisian dibangun bukan untuk melayani masyarakat, melainkan untuk mengontrol kekuasaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa seragam cokelat yang sering dianggap sebagai simbol kepercayaan dan kinerja polisi modern sebenarnya menjadi pengingat bahwa warisan kolonial masih membentuk kerangka dasar institusi ini hingga hari ini.

Mengungkap Prinsip Kekerasan Terstruktur

Dalam analisisnya, Bloembergen menyoroti tiga prinsip utama yang mendasari sistem kepolisian Hindia Belanda: kekerasan yang terorganisir, loyalitas mutlak dari petugas, dan hierarki yang memisahkan penguasa dari rakyat yang diperintah. Prinsip ini berarti bahwa kepolisian bukan hanya menjadi penjaga ketertiban, tetapi juga alat untuk mempertahankan dominasi kolonial. Penegakan hukum, misalnya, seringkali dilakukan dengan cara yang mengorbankan hak-hak warga sipil, sebagai bagian dari strategi memperkuat kontrol kekuasaan.

What You Need to Know tentang pengaruh ini adalah bahwa polisi pada masa kolonial memegang peran dual, yakni sebagai pengawas wilayah tertentu dan sebagai alat intelijen yang menunjang kebijakan pemerintah Belanda. Para petugas kepolisian diberi wewenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap gerakan oposisi atau kelompok yang dianggap mengancam stabilitas pemerintahan kolonial. Fungsi ini tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemantauan sosial dan politik, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat dominasi di Asia Tenggara.

Kebudayaan Kekerasan yang Menetap

Setelah kemerdekaan pada 1945, struktur kepolisian yang diwariskan masih dipertahankan dengan sedikit modifikasi. Meski sistem ini diadaptasi sesuai konteks nasional, prinsip dasar seperti kekerasan terstruktur dan loyalitas tanpa syarat tetap terjaga. Blockquote ini mengingatkan bahwa tindakan tegas dalam pemberantasan kejahatan atau pengendalian massa seringkali menggunakan metode yang sama dengan masa kolonial, meskipun di bawah nama-nama yang berbeda.

What You Need to Know tentang warisan ini adalah bahwa budaya kekerasan yang terbiasa dalam polisi Hindia Belanda masih menjadi sumber inspirasi bagi praktik-praktik modern. Contohnya, penggunaan kekuatan fisik dalam penegakan hukum, sistem pemberian hadiah atau penalti yang melibatkan ketidakadilan, serta kecenderungan untuk mengabaikan kepentingan rakyat dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menggambarkan bagaimana kepolisian bukan hanya sebagai institusi pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme kontrol yang berkelanjutan.

Modernisasi yang Tidak Banyak Berubah

Pada era modern, kepolisian Indonesia masih menggunakan prinsip-prinsip yang sama seperti di masa kolonial. Dengan adanya pembentukan KPRP yang menyerahkan 10 rekomendasi pada 5 Mei 2026, pelajaran dari Bloembergen kembali relevan. Komisi ini menemukan bahwa gejala seperti korupsi, siluet berlebihan, dan impunitas dalam tindakan polisi menunjukkan kesamaan dengan penyebab yang diidentifikasi dalam kajian sejarah. What You Need to Know tentang poin ini adalah bahwa kritik terhadap sistem polisi modern harus mencakup analisis historis untuk menggali akar masalah yang masih berlangsung.

Kepolisian Hindia Belanda dibagi menjadi dua lapisan yang berbeda: Europeesche Politie dan Inlandsche Politie. Lapisan pertama mengawasi komunitas Eropa, sementara lapisan kedua bertugas memastikan ketertiban di antara populasi lokal. Sistem ini menciptakan kesenjangan yang jelas antara kelompok penguasa dan rakyat, serta memperkuat hierarki yang menguntungkan golongan tertentu. What You Need to Know tentang penelitian ini adalah bahwa dua lapisan ini tidak hanya memisahkan fungsi kepolisian, tetapi juga menciptakan struktur yang menyulap kekuasaan menjadi alat untuk mempertahankan dominasi.

Dengan memahami warisan kolonial ini, kita bisa melihat bagaimana struktur kepolisian yang diterapkan hingga saat ini menggabungkan elemen kontrol dan pelayanan masyarakat. Meski tampil modern, sistem ini masih membawa kesan militeristik, eksklusif, dan otoriter. What You Need to Know tentang pentingnya wawasan sejarah dalam memahami konteks kepolisian modern adalah bahwa setiap kebijakan atau tindakan yang diambil oleh institusi ini perlu dipertimbangkan dalam konteks warisan yang membentuk identitasnya hingga kini.

Leave a Comment