Humaniora

Kemenkes: Pasien BPJS yang viral tunggu 8 jam karena HCU RSCM terbatas

WhatsApp-Image-2025-11-27-at-17.49.15_831c9c5c
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Pasien BPJS Viral Tunggu 8 Jam di RSCM, Kemenkes Jelaskan Penyebabnya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pasien BPJS Viral Tunggu 8 Jam di RSCM, Kemenkes Jelaskan Penyebabnya

Beritaturah.com – Kementerian Kesehatan memberikan klarifikasi mengenai seorang pasien BPJS Kesehatan yang viral di platform media sosial karena harus menunggu hingga delapan jam. Penundaan tersebut terjadi karena keterbatasan ruang High Care Unit (HCU) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Penjelasan dari Kemenkes

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, yang berada di Jakarta pada hari Jumat, menjelaskan bahwa RSCM berfungsi sebagai pusat rujukan tingkat nasional. Kondisi ini membuat kemungkinan besar rumah sakit tersebut penuh sesak. Ia menambahkan bahwa durasi menunggu tidak selalu tetap delapan jam, melainkan bergantung pada situasi saat itu. Jika ruang tersedia, proses bisa lebih cepat.

Azhar juga menyebutkan bahwa almarhum pasien tersebut mengidap penyakit tertentu yang tidak dapat diungkapkan secara rinci, disertai dengan keganasan. Pihak keluarga, menurutnya, telah memahami kondisi ini dengan baik.

Insiden di Media Sosial

Sebelumnya, seorang pasien BPJS bernama Yusrizal membagikan pengalamannya melalui Threads. Ia mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapatkan tempat perawatan meskipun sudah berada di rumah sakit selama delapan jam. Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan berupa komentar negatif dari beberapa akun. Diketahui kemudian bahwa pemilik akun-akun tersebut adalah tenaga kesehatan.

Komentar-komentar tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat. Menkes Budi Gunadi Sadikin merespons hal ini dengan menegaskan bahwa tenaga kesehatan sebagai pelayan masyarakat tidak boleh bersikap tanpa empati, terutama kepada pasien yang sedang sakit.

“Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nir-empati seperti itu,” ujar Menkes Budi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkes Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada hari Kamis, 7 Agustus. Ia menyampaikan hal ini sebagai tanggapan atas viralnya komentar sejumlah nakes terhadap unggahan pasien BPJS tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Kemenkes?

Kemenkes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenkes matter?

Kemenkes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment