Finansial

BI: Cadangan devisa akhir Juli stabil sebesar 145,3 miliar dolar AS

Rupiah-Terus-Melemah-Terhadap-Dolar-100326-Adm-6
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Posisi Cadangan Devisa Indonesia di Akhir Juli 2026 Menunjukkan Kestabilan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Posisi Cadangan Devisa Indonesia di Akhir Juli 2026 Menunjukkan Kestabilan

Beritaturah.com – BI – Jakarta mencatatkan angka yang cukup stabil untuk cadangan devisa negara. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa pada akhir Juli 2026, posisi cadangan devisa mencapai 145,3 miliar dolar AS. Angka ini hampir sama dengan posisi yang dicatat pada akhir Juni 2026, yaitu sebesar 145,6 miliar dolar AS. Penurunan yang terjadi hanya sebesar 0,3 miliar dolar AS saja.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menjelaskan perkembangan tersebut dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat. Faktor utama yang memengaruhi posisi cadangan devisa pada bulan Juli 2026 adalah penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond oleh pemerintah. Sementara itu, di sisi pengeluaran, terdapat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan bank sentral sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Cakupan Impor dan Utang Luar Negeri

Menurut BI, cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini berada di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan sekitar 3 bulan impor. Ramdan menambahkan bahwa Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan.

Prospek dan Sinergi dengan Pemerintah

BI meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Di samping itu, BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tren Historis dan Arus Modal Asing

Untuk diketahui, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 merupakan kenaikan pertama setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan. Setelah mencapai 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia berada dalam tren penurunan hingga menjadi 144,9 miliar dolar AS pada akhir Mei 2026. Selama periode tersebut, cadangan devisa menyusut sebesar 11,6 miliar dolar AS.

Berdasarkan catatan BI, aliran investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS terutama didukung Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tren ini berlanjut pada triwulan berikutnya atau hingga 20 Juli 2026, terutama dari SBN yang mencatat net inflows sebesar 0,1 miliar dolar AS.

Kebijakan Suku Bunga BI

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, suku bunga acuan atau BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen. Sebelumnya, BI telah menaikkan bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) pada Mei dan Juni 2026.

Frequently Asked Questions

What is BI?

BI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI matter?

BI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment