Finansial

New Policy: BCA hadirkan fitur QRIS Cross Border Indonesia-China di aplikasi myBCA

BCA Hadirkan Fitur QRIS Cross Border untuk Transaksi Indonesia-China di Aplikasi MyBCA

New Policy – Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi meluncurkan New Policy terkait penggunaan QRIS Cross Border sebagai alat pembayaran lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Tiongkok. Fitur ini menjadi bagian dari New Policy Bank Indonesia yang bertujuan memperkuat integrasi sistem pembayaran regional, serta meningkatkan akses transaksi digital bagi nasabah BCA di luar negeri. Dengan New Policy ini, pengguna aplikasi myBCA dan BCA mobile kini dapat bertransaksi di Tiongkok secara langsung menggunakan QRIS, yang sebelumnya hanya berlaku dalam negeri.

Revolusi Transaksi Digital di Era Globalisasi

QRIS Cross Border bukan hanya New Policy teknis, tetapi juga representasi dari strategi transformasi digital BCA. Teknologi ini memungkinkan pemindai kode QR di aplikasi BCA untuk terhubung langsung ke merchant Tiongkok, tanpa perlu proses konversi mata uang atau ketergantungan pada sistem pembayaran asing. Fitur ini berdasarkan kerja sama antara BCA dan Tiongkok, yang menandai New Policy inovatif dalam mendorong ekonomi bilateral.

“Dengan New Policy QRIS Cross Border, BCA berkomitmen mempermudah transaksi lintas batas bagi masyarakat Indonesia, khususnya para wisatawan dan pengusaha yang aktif di Tiongkok. Ini juga memperkuat posisi BCA sebagai bank digital terdepan di kawasan Asia Tenggara,” jelas Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA, dalam pernyataan resmi.

Kinerja fitur QRIS Cross Border terbukti mengalami peningkatan signifikan. Menurut Hendra, hingga kuartal pertama 2026, volume transaksi QRIS lintas batas yang diproses BCA mencapai 355 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sementara nilai transaksi naik 318 persen yoy. Angka ini menunjukkan respons positif dari masyarakat dan merchant terhadap New Policy yang diterapkan.

Manfaat yang Membawa Perubahan Ekonomi

New Policy QRIS Cross Border memberikan manfaat dualis. Bagi wisatawan Indonesia, mereka dapat melakukan pembayaran di Tiongkok dengan lebih cepat dan aman, tanpa membawa uang fisik. Sementara bagi merchant lokal, fitur ini membuka peluang ekspor layanan, serta memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dan Tiongkok. Selain itu, New Policy ini juga mendukung penggunaan mata uang lokal (LCT) dalam transaksi internasional, yang diharapkan mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.

“QRIS Cross Border adalah New Policy inovatif yang mempercepat proses transaksi di tingkat global. Dengan dukungan teknologi digital, kita dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dan memperkuat ekosistem keuangan regional,” tambah Hendra.

Fitur ini juga menjadi bukti komitmen BCA untuk mewujudkan New Policy transformasi digital dalam bisnis perbankan. Selain Tiongkok, layanan QRIS Cross Border telah diperluas ke negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Keberhasilan New Policy di Tiongkok berpotensi menjadi dasar untuk ekspansi ke pasar lain, termasuk negara-negara ASEAN dan Asia Timur.

Masa Depan Transaksi Berbasis Kode QR

New Policy QRIS Cross Border menunjukkan bahwa kehadiran teknologi pembayaran digital akan semakin mengubah cara masyarakat berinteraksi secara ekonomi di luar batas negara. Dengan mengintegrasikan sistem pembayaran Tiongkok ke dalam aplikasi myBCA, BCA berperan aktif dalam mengakomodasi kebutuhan transaksi lintas batas yang semakin meningkat. Fitur ini juga meningkatkan daya saing perbankan Indonesia di kawasan Asia Tenggara, mengingat Tiongkok sebagai salah satu pasar utama.

New Policy QRIS Cross Border adalah langkah strategis BCA untuk memastikan nasabah tetap terhubung secara finansial meski berada di luar negeri. Ini juga membuka jalan bagi pertukaran teknologi pembayaran dan kolaborasi lebih luas,” kata Hendra.

Keberhasilan New Policy ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan fitur serupa di negara-negara lain. BCA berharap, dengan New Policy QRIS Cross Border, transaksi internasional akan lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Sementara pemerintah Tiongkok mengapresiasi keberhasilan inisiatif tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap sistem pembayaran Indonesia.

Leave a Comment