Kriminal sepekan, senjata di sekolah lalu Sali Irsalina dianiaya
Table of Contents
Kriminal Sepekan: Dari Kasus Sali Irsalina Hingga Penemuan Senjata di Sekolah
Beritaturah.com – Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, berbagai peristiwa kriminal menarik menjadi sorotan publik Indonesia. Mulai dari kelanjutan investigasi senjata yang ditemukan di institusi pendidikan, kasus mutilasi yang melibatkan dugaan hubungan sesama jenis, hingga penganiayaan terhadap seorang artis. Kriminal sepekan senjata di sekolah menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan masyarakat.
Sali Irsalina Dianiaya Kekasih di Cilandak
Polisi kini tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang menimpa Sali Irsalina, seorang artis sinetron berusia 36 tahun. Pelaku diketahui merupakan kekasih korban yang melakukan tindakan kekerasan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan figur publik yang dikenal luas oleh masyarakat.
“Perkara itu kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Rabu.
Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan motif dan kronologi lengkap dari peristiwa penganiayaan tersebut. Sali Irsalina dilaporkan mengalami luka-luka yang memerlukan perawatan medis.
Tidak Ada Ekskul Menembak di Sekolah Pondok Pinang
Kasus penemuan massal senjata api di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini mendapatkan klarifikasi resmi. Sebanyak 995 pucuk senjata api, VCD porno, dan narkoba ditemukan di lokasi tersebut. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat sekitar.
“Tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan dugaan adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut. Kriminal sepekan senjata di sekolah ini telah memicu diskusi tentang keamanan fasilitas pendidikan di ibu kota.
Polisi Dalami Dugaan Homoseksualitas dalam Kasus Mutilasi
Polda Metro Jaya sedang melakukan pendalaman mendalam terkait dugaan hubungan sesama jenis antara tersangka SA atau Saepullah dengan korban dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi. Korban adalah pria bernama Kunaefi yang berusia 51 tahun dan ditemukan di Kota Depok.
Kanit 1 Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, menjelaskan bahwa pendalaman ini didasarkan pada hasil pemeriksaan para saksi serta analisis terhadap telepon seluler milik tersangka.
Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Dijadwalkan
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menetapkan jadwal sidang perdana untuk dua gugatan praperadilan yang diajukan oleh Febrie Adriansyah. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus ini akan menghadapi sidang pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026.
“Pemohon Febrie Adriansyah. Hari sidang pertama, pada Selasa (18/8) dengan Hakim Tunggal Richard Edwin Basoeki,” kata Juru Bicara PN Jakarta Selatan, Halida Rahardhini di Jakarta, Rabu.
Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas
Akun resmi TMC Polda Metro Jaya di platform X mengalami peretasan oleh pihak yang tidak dikenal. Insiden ini menyebabkan gangguan pada publikasi informasi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan berbagai upaya pemulihan untuk mengembalikan fungsi akun tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Berita Kriminal Terbaru
Berapa jumlah senjata api yang ditemukan di sekolah Pondok Pinang? Sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan di sekolah swasta tersebut.
Siapa korban dalam kasus penganiayaan Sali Irsalina? Korban adalah kekasih Sali Irsalina yang melakukan tindakan kekerasan di Cilandak, Jakarta Selatan.
Kapan sidang praperadilan Febrie Adriansyah akan dilaksanakan? Sidang dijadwalkan pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026.
Apakah ada kaitan antara senjata yang ditemukan dengan ekskul menembak? Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan, tidak ada kaitan antara senjata yang ditemukan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak.
