NTB punya modal sebagai pionir transisi energi bersih nasional
Table of Contents
NTB Dipandang Siap Memimpin Transisi Energi Bersih Nasional
Beritaturah.com – Dewan Energi Nasional (DEN) mencatat bahwa akumulasi bauran energi baru terbarukan di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 menempati posisi teratas secara nasional, yakni sebesar 25,07 persen dari total konsumsi energi di provinsi tersebut. Angka seperempat ini menjadikan NTB salah satu daerah dengan komposisi energi terbarukan paling signifikan di Indonesia.
Potensi Geologi dan Panas Bumi
Surono, anggota DEN yang akrab disapa Mbah Rono, menegaskan bahwa kondisi geologi NTB—yang didominasi gunung berapi aktif—sekaligus menjadi kekuatan sekaligus keterbatasan. Daerah ini tidak memiliki cadangan batu bara maupun minyak bumi, namun justru menyediakan sumber panas bumi berkapasitas besar hingga 179 megawatt. Keberadaan Gunung Rinjani dan Gunung Tambora, dua vulkan yang pernah meletus dahsyat dan memengaruhi iklim global, menjadi fondasi utama potensi tersebut.
“Tambora dan Rinjani menyediakan kesuburan serta panas bumi sekitar 179 megawatt. Kalau (potensi) itu digunakan dan energi surya digunakan, maka bisa saja NTB menjadi daerah yang punya ketahanan energi yang dibangun dari energi bersih.”
Pernyataan itu disampaikan Surono seusai kegiatan sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Mataram, Kota Mataram, NTB, pada hari Kamis. Ia menambahkan bahwa NTB dikaruniai sumber energi terbarukan yang melimpah sehingga layak menjadi pelopor transisi energi bersih di tingkat nasional.
Air, Surya, dan Lahan
Anggota DEN lainnya, Sripeni Inten Cahyani, mengungkapkan bahwa NTB juga menyimpan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) hingga 80 megawatt. Namun, pemanfaatan aktual baru menyentuh sekitar 17 megawatt, sehingga ruang pengembangan masih sangat luas.
Di sektor surya, potensi yang tersedia dinilai sangat besar. Sripeni merekomendasikan pemanfaatan lahan kurang produktif di bagian selatan Pulau Sumbawa untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sebaliknya, kawasan yang subur harus tetap dilindungi untuk kebutuhan pertanian dan dikembangkan sebagai hutan tanaman energi.
Kolaborasi dan Biomassa
Sripeni menekankan bahwa optimalisasi seluruh potensi tersebut merupakan bagian integral dari strategi NTB dalam membangun ketahanan energi sekaligus mempercepat peralihan ke sistem energi yang lebih bersih. Kerja sama lintas sektor, termasuk perguruan tinggi, dinilai krusial untuk mengakselerasi pengembangan sumber energi terbarukan.
“Di Sumbawa pakai limbah jagung untuk biomassa dan itu sudah dipakai untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) sebagai co-firing. Universitas ikut berperan penting di dalam mendorong transisi energi.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is NTB punya modal sebagai pionir transisi?
NTB punya modal sebagai pionir transisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does NTB punya modal sebagai pionir transisi matter?
NTB punya modal sebagai pionir transisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
