BI catat minat investasi capai Rp73 triliun di Pamor Borneo 2026
BI Catat Minat Investasi Capai Rp73 Triliun di Pamor Borneo 2026
Beritaturah.com – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencatatkan minat investasi yang mencapai Rp73 triliun. Pencapaian ini melibatkan 20 investor dari dalam maupun luar negeri yang menandatangani 12 Letter of Intent (LoI) dalam Investment Forum Pamor Borneo 2026. Kegiatan berlangsung di Banjarmasin pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Haris Munandar, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan pencapaian utama dari penyelenggaraan Pamor Borneo 2026. Forum tersebut berhasil memperkuat kinerja ekonomi se-Kalimantan melalui peningkatan investasi, daya saing UMKM, serta digitalisasi sistem pembayaran. Haris menjelaskan bahwa pelaksanaan Pamor Borneo selama tiga hari memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalimantan secara keseluruhan.
“Pamor Borneo yang dilaksanakan selama tiga hari ini memberikan dampak positif untuk mendorong kinerja ekonomi Kalimantan secara keseluruhan,” kata Haris saat penutupan Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin, Minggu.
Strategi Penguatan Ekonomi Kalimantan
Menurut Haris, penguatan ekonomi melalui Pamor Borneo tercermin dari peningkatan daya saing UMKM, akselerasi investasi yang menghasilkan 12 LoI dari 20 investor dengan nilai minat Rp73 triliun, serta perluasan akseptasi digital sistem pembayaran melalui QRIS dan berbagai kegiatan pendukung. Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Capaian tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dekranasda, pelaku UMKM, sektor swasta, dan berbagai mitra kerja yang bersama-sama mengembangkan potensi daerah untuk memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam perekonomian regional,” ujarnya.
Haris berharap kolaborasi tersebut terus dilanjutkan setelah Pamor Borneo 2026 berakhir sehingga minat investasi yang telah terbentuk dapat ditindaklanjuti, sementara penguatan UMKM dan digitalisasi pembayaran terus diperluas untuk memberikan dampak ekonomi yang semakin besar. Ia menegaskan kerja sama lintas pihak menjadi kunci karena setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang saling melengkapi dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Dalam rangka memperkuat digitalisasi pembayaran, Bank Indonesia memberikan gelar “Bunda QRIS Kalimantan Selatan” kepada Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Fathul Jannah sebagai bentuk apresiasi atas perannya dalam meningkatkan pemanfaatan QRIS di masyarakat dan pelaku usaha. Haris mengatakan perluasan digitalisasi pembayaran tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik dan gerbang perekonomian di Kalimantan.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Fathul Jannah mengatakan Pamor Borneo 2026 yang berlangsung di Banjarmasin pada 7–9 Agustus 2026 menjadi upaya memperkuat UMKM, investasi, dan akseptasi digital. Ia menyebutkan pameran UMKM dalam kegiatan tersebut menampilkan produk makanan dan minuman, fesyen, serta kriya, sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.
Dia juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat pelestarian wastra khas Kalimantan Selatan, khususnya sasirangan, melalui kolaborasi antara UMKM, desainer, Dekranasda, pemerintah daerah, dan pihak swasta agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.
“Perluasan penggunaan QRIS juga perlu terus dilakukan karena memberikan kemudahan dan keamanan transaksi, sedangkan pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi harus menjadi agenda berkelanjutan untuk mendukung visi Kalsel Bekerja menuju gerbang logistik Kalimantan,” ujar Fathul Jannah.
Sebelumnya pada pembukaan kegiatan, sebanyak 15 proyek strategis yang dipromosikan mencakup sejumlah sektor unggulan dengan nilai investasi sekitar Rp62,13 triliun. Sebanyak 20 calon investor melakukan pertemuan bisnis secara langsung bersama pemilik proyek hingga menghasilkan 12 LoI sebagai tindak lanjut awal penjajakan investasi.
Salah satu proyek dengan nilai investasi terbesar yang ditawarkan yakni pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi metanol di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp46,17 triliun, serta beberapa proyek strategis lainnya yang tersebar di provinsi lainnya di Pulau Kalimantan.
Frequently Asked Questions
Berapa total minat investasi yang tercatat di Pamor Borneo 2026? Total minat investasi yang tercatat mencapai Rp73 triliun dari 20 investor yang menandatangani 12 Letter of Intent (LoI).
Kapan dan di mana Pamor Borneo 2026 diselenggarakan? Pamor Borneo 2026 diselenggarakan di Banjarmasin pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 selama tiga hari.
Apa proyek investasi terbesar yang dipromosikan dalam kegiatan tersebut? Proyek investasi terbesar adalah pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi metanol di Kabupaten Tapin dengan nilai investasi sekitar Rp46,17 triliun.
Siapa yang menerima gelar “Bunda QRIS Kalimantan Selatan”? Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, menerima gelar tersebut sebagai apresiasi atas perannya dalam meningkatkan pemanfaatan QRIS.
