Lifestyle

Festival Golo Koe perayaan pertemukan iman dan tradisi di Labuan Bajo

WhatsApp-Image-2026-08-11-at-12.08.36
Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Festival Golo Koe Perayaan Pertemukan Iman dan Tradisi di Labuan Bajo 2026
  2. Related Reading

Festival Golo Koe Perayaan Pertemukan Iman dan Tradisi di Labuan Bajo 2026

Beritaturah.com – Labuan Bajo, destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya Festival Golo Koe 2026. Acara yang bertema “Maria Assumpta Nusantara” ini resmi dibuka di Kawasan Waterfront City pada Senin, 10 Agustus 2026. Festival Golo Koe perayaan pertemukan iman dan tradisi ini akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang, menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur spiritual, budaya, dan ekonomi lokal.

Pembukaan festival dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang menyampaikan apresiasi atas upaya masyarakat Manggarai dalam melestarikan identitas budaya melalui event tahunan ini. Ia menekankan bahwa festival ini bukan sekadar atraksi wisata, melainkan ruang pertemuan yang autentik antara iman Katolik dan tradisi masyarakat lokal.

Makna Spiritual dan Budaya dalam Festival Golo Koe

Menurut Widiyanti, kekuatan utama Festival Golo Koe terletak pada keseimbangan antara kehadiran wisatawan dan peran masyarakat sebagai pelaku utama. “Di sinilah saya melihat kekuatan Festival Golo Koe. Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menteri menjelaskan bahwa festival ini membuktikan bahwa pariwisata tidak selalu bergantung pada kemegahan atraksi. Sebaliknya, nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang tumbuh dari masyarakat menjadi fondasi utamanya. Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara dan ekaristi agung menjadi puncak perayaan yang menghubungkan dimensi religius dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Rangkaian Kegiatan dan Target Ekonomi

Festival Golo Koe 2026 menghadirkan berbagai aktivitas yang mencerminkan kekayaan budaya Manggarai. Rangkaian kegiatan mencakup prosesi religi, atraksi budaya, pameran UMKM, serta pertunjukan seni lokal. Aktivitas yang ditampilkan meliputi pentas seni budaya Nusantara, pameran ekonomi kreatif dan kuliner lokal, edukasi ekologis bersama aksi penanaman pohon, pertunjukan tari Caci, dan karnaval budaya.

Dengan target kehadiran 50 ribu pengunjung, festival tahun ini diharapkan dapat melampaui nilai perputaran ekonomi dari edisi sebelumnya. Widiyanti menilai ini merupakan bentuk pariwisata berkualitas yang menghubungkan pertumbuhan pengalaman wisatawan dengan manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal. Selain itu, festival ini kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) sejak terakhir kali pada 2024.

Jejak Ekonomi dari Edisi Sebelumnya

Pada 2025, Festival Golo Koe mencatatkan kunjungan lebih dari 45 ribu wisatawan. Angka ini didukung oleh partisipasi 173 pelaku UMKM dan 883 pekerja seni. Festival tersebut juga menciptakan 1.473 kesempatan kerja dengan perputaran ekonomi mencapai Rp2,82 miliar. Data ini menunjukkan bahwa Festival Golo Koe perayaan pertemukan tidak hanya menjadi event budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal.

“Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujar Widiyanti.

Kolaborasi dan Keberlanjutan Pariwisata

Widiyanti menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pihak yang secara konsisten bergotong royong membangun Festival Golo Koe. Kolaborasi ini telah menjadikan festival sebagai ruang berkualitas yang menjadi salah satu event unggulan Indonesia.

Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, menambahkan bahwa kehadiran Festival Golo Koe tidak hanya berfungsi sebagai promosi pariwisata, tetapi juga mencerminkan itikad bersama untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo. “Kita ingin agar ruang pariwisata yang bertumbuh dengan cepat, juga memiliki dampak konstruktif bagi kita yang ada di masyarakat lokal,” katanya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Festival Golo Koe 2026

Kapan Festival Golo Koe 2026 berlangsung? Festival Golo Koe 2026 berlangsung dari 10 hingga 15 Agustus 2026 di Kawasan Waterfront City, Labuan Bajo.

Berapa target pengunjung festival tahun ini? Festival Golo Koe perayaan pertemukan iman dan tradisi tahun ini menargetkan kehadiran 50 ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Apa saja kegiatan utama dalam festival? Kegiatan utama meliputi prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara, pertunjukan tari Caci, karnaval budaya, pameran UMKM, dan ekaristi agung.

Bagaimana dampak ekonomi festival bagi masyarakat lokal? Berdasarkan data 2025, festival menciptakan 1.473 kesempatan kerja dengan perputaran ekonomi mencapai Rp2,82 miliar.

Apakah Festival Golo Koe masuk dalam kategori event nasional? Ya, festival ini kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) sejak 2024.

Leave a Comment