Finansial

Rupiah melemah tertekan sentimen ketidakpastian geopolitik Timteng

nilai-tukar-rupiah-melemah-2819049
Foto : Emily Miller - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kurs Rupiah Terpengaruh Dinamika Geopolitik Timur Tengah dan Data AS
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kurs Rupiah Terpengaruh Dinamika Geopolitik Timur Tengah dan Data AS

Beritaturah.com – Jakarta – Pada sesi perdagangan Kamis, nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan sebesar dua poin atau 0,01 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Posisi rupiah di level Rp17.879 per dolar AS ini merupakan penurunan tipis dibandingkan penutupan sesi sebelumnya yang berada di Rp17.877.

Menurut Muhammad Amru Syifa dari tim Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), faktor utama yang menekan rupiah adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Perkembangan situasi terkait Iran serta Selat Hormuz dinilai memiliki potensi signifikan dalam memengaruhi pasokan dan harga energi global.

Enam Syarat Iran untuk Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Melansir informasi dari Anadolu, Teheran telah mengajukan enam ketentuan yang harus dipenuhi oleh Washington agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Persyaratan tersebut mencakup penghentian ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, penarikan permanen aksi militer terhadap Iran beserta sekutunya di kawasan, serta penarikan seluruh kekuatan laut dan udara AS yang terlibat dalam blokade terhadap Iran.

Selain itu, Iran menuntut kompensasi atas kerugian yang dialami selama konflik baru-baru ini, pencabutan sanksi ekonomi AS, serta pembebasan aset-aset Iran yang telah dibekukan. Dalam upaya memperkuat posisinya, Iran juga tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang akan melarang kapal militer maupun komersial dari negara-negara yang dianggap sebagai “musuh” untuk memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan resmi dari Teheran.

Data Inflasi AS Mendukung Ekspektasi Suku Bunga Fed

Selain faktor geopolitik, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli. Data menunjukkan kenaikan sebesar 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, yang keduanya sejalan dengan ekspektasi para pelaku pasar.

Inflasi inti, yang mengecualikan komponen harga pangan dan energi yang cenderung fluktuatif, mengalami peningkatan 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Tingkat inflasi tahunan untuk kedua kategori tersebut tercatat sedikit melandai dibandingkan dengan data bulan Juni.

Menyusul publikasi data tersebut, spekulasi di pasar uang semakin meningkat bahwa Federal Reserve akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya pada pertemuan yang akan datang di bulan September. Berdasarkan perhitungan Fed Fund Futurues, probabilitas bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen mencapai sekitar 60 persen, naik dari prediksi pekan sebelumnya yang berada di atas 45 persen.

“Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas di kisaran Rp17.750 – Rp17.850 per dolar AS,” ungkap Amru.

Frequently Asked Questions

What is Rupiah melemah tertekan sentimen ketidakpastian geopolitik?

Rupiah melemah tertekan sentimen ketidakpastian geopolitik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rupiah melemah tertekan sentimen ketidakpastian geopolitik matter?

Rupiah melemah tertekan sentimen ketidakpastian geopolitik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment