JICT optimalkan “dual move” dorong pergerakan truk ekspor-impor
Table of Contents
JICT Optimalkan Dual Move untuk Dorong Pergerakan Truk Ekspor-Impor
Beritaturah.com – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus memperkuat strategi operasional melalui skema “dual move” yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi pergerakan truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Inisiatif ini menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat proses logistik ekspor dan impor. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, JICT optimalkan dual move dorong pergerakan kendaraan yang terlibat dalam rantai pasok nasional.
Sistem “dual move” memungkinkan satu unit truk melakukan dua aktivitas sekaligus dalam satu kunjungan ke terminal. Artinya, kendaraan dapat mengantar peti kemas ekspor dan mengambil peti kemas impor tanpa perlu melakukan perjalanan bolak-balik. Doni Budiono, Direktur Operasi dan Teknik JICT, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan bagian dari transformasi operasional yang lebih luas untuk meningkatkan produktivitas terminal secara keseluruhan.
“Efisiensi terminal akan memberikan nilai lebih besar ketika dapat diterjemahkan menjadi produktivitas bagi pengguna jasa. Melalui dual move, kami membuka peluang agar satu kunjungan kendaraan dapat menghasilkan dua pergerakan produktif,” ujar Doni.
Sosialisasi program ini telah dilaksanakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (12/8). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk regulator KSOP Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, asosiasi industri logistik, perusahaan freight forwarding, serta pengguna jasa dan operator truk. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengoptimalkan sistem logistik nasional.
Menurut Doni, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah transaksi yang terjadi, tetapi juga dari reliabilitas proses, tingkat adopsi pengguna jasa, truck turn time, dan efektivitas implementasi di lapangan. JICT berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program bersama customer, freight forwarder, dan perusahaan trucking agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal.
Modernisasi Tata Kelola Pelabuhan Tanjung Priok
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menekankan pentingnya modernisasi tata kelola pelabuhan nasional untuk memperlancar arus distribusi barang dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Ia menyatakan bahwa peningkatan kualitas layanan mencakup penyempurnaan proses, koordinasi, dan produktivitas pergerakan barang maupun kendaraan di dalam ekosistem pelabuhan.
“Inisiatif dual move yang disosialisasikan JICT menawarkan pendekatan integrasi kegiatan ekspor dan impor dalam satu rangkaian kunjungan kendaraan. Keberhasilan implementasinya tentu sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak,” katanya.
Heru menambahkan bahwa implementasi inovasi operasional yang terintegrasi di terminal peti kemas dapat berjalan optimal apabila seluruh elemen pelabuhan bergerak dalam satu ritme kerja yang solid, disiplin, dan tetap mematuhi regulasi yang berlaku. Koordinasi antar-instansi menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi pelabuhan modern.
Kontribusi Jangka Panjang bagi Kawasan Pelabuhan
Chandra Irawan, Senior Manager Komersial Regional 2 Tanjung Priok, mengapresiasi langkah JICT sebagai terminal operator yang secara konsisten melakukan berbagai inovasi dan perbaikan proses operasional. Ia menilai bahwa optimalisasi “dual move” relevan dengan upaya meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kalau program ini dapat dioptimalkan dan utilisasinya semakin tinggi, kami melihat dalam jangka panjang berpotensi memberikan kontribusi pengurangan kepadatan lalu lintas, baik di dalam kawasan pelabuhan maupun di sekitar Tanjung Priok,” katanya.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu skema dual move di JICT?
Skema dual move adalah sistem operasional yang memungkinkan truk melakukan dua aktivitas sekaligus, yaitu pengantaran peti kemas ekspor dan pengambilan peti kemas impor dalam satu kunjungan ke terminal JICT.
Berapa lama program dual move telah diterapkan?
Program ini telah disosialisasikan secara resmi pada Rabu (12/8) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor logistik.
Apa manfaat utama penerapan dual move?
Manfaat utamanya meliputi peningkatan efisiensi terminal, pengurangan truck turn time, penurunan kepadatan lalu lintas di kawasan pelabuhan, dan peningkatan produktivitas pergerakan kendaraan secara keseluruhan.
Siapa saja yang terlibat dalam program dual move?
Program ini melibatkan JICT sebagai terminal operator, KSOP Tanjung Priok sebagai regulator, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, asosiasi industri, perusahaan freight forwarding, pengguna jasa, dan operator truk.
Bagaimana cara mengukur keberhasilan program dual move?
Keberhasilan program diukur dari jumlah transaksi, reliabilitas proses, tingkat adopsi pengguna jasa, truck turn time, dan efektivitas implementasi di lapangan secara berkala.
