Dunia

New Policy: Peraturan perkawinan yang baru berhasil tingkatkan angka pernikahan

New Policy Meningkatkan Angka Pernikahan di China

New Policy – Kebijakan pernikahan baru yang diterapkan di Tiongkok telah berhasil mengubah dinamika proses registrasi pernikahan, membawa dampak signifikan pada peningkatan jumlah pasangan yang menikah. Perubahan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Dalam konteks New Policy, pengaturan ulang aturan pendaftaran pernikahan menciptakan peluang baru bagi pasangan untuk menyelesaikan proses mereka dengan lebih efisien, sekaligus menikmati pengalaman yang lebih personal.

Penyesuaian Aturan untuk Mendukung Mobilitas Penduduk

Sejak diterapkan satu tahun setelah reformasi nasional pada Mei 2025, New Policy berperan penting dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berpindah antar daerah. Peraturan ini memungkinkan warga mengajukan akta pernikahan di kantor urusan sipil mana pun, tanpa terbatas pada lokasi asal mereka. Hal ini sangat bermanfaat bagi sekitar 376 juta penduduk migran yang tersebar di berbagai provinsi. Dengan New Policy, proses administratif tidak lagi menjadi hambatan utama, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang lebih menyenangkan.

“New Policy telah membuka jalan bagi peningkatan kebebasan masyarakat dalam menikah di mana pun,” kata Yuan Xin, wakil presiden Asosiasi Kependudukan Tiongkok dan profesor di Universitas Nankai.

“Pernikahan lintas daerah yang sebelumnya rumit kini lebih fleksibel, sehingga memengaruhi keputusan keluarga dan gaya hidup masyarakat,” tambah Yang Fan, associate dean Fakultas Kependudukan dan Kesehatan di Universitas Renmin Tiongkok.

Perbaikan Praktis dalam Proses Registrasi

Perubahan kebijakan ini tidak hanya terfokus pada kebijakan nasional, tetapi juga menyentuh level lokal dengan perbaikan teknis. Sistem reservasi online dan perluasan jam operasional kantor urusan sipil mempercepat proses registrasi, sehingga rata-rata waktu pendaftaran berkurang hingga 15 menit. Selain itu, pendaftaran pernikahan kini bisa dilakukan di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti taman atau kawasan wisata. Contohnya, pasangan dari Provinsi Hunan yang menikah di tepi Danau Sayram, Xinjiang, pada 7 Mei lalu, memanfaatkan New Policy untuk menggabungkan proses administratif dengan perjalanan wisata mereka.

Integrasi Pernikahan dengan Pariwisata

Penggunaan New Policy tidak hanya meningkatkan kenyamanan pernikahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri wisata pernikahan. Di kota-kota seperti Yiwu, Zhejiang, perusahaan lokal aktif menawarkan layanan lengkap, mulai dari jasa fotografi, perencanaan acara, hingga souvenir khas daerah. Wilayah Taishun, Zhejiang, juga menjadi contoh kota yang menggabungkan proses registrasi pernikahan dengan pengalaman bulan madu unik, seperti menginap di penginapan boutique setelah menikah di samping jembatan beratap kuno.

Dari data Kementerian Urusan Sipil, jumlah pernikahan di Tiongkok mencapai 6,76 juta pada 2025, meningkat sebanyak 657.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini berdampak pada sektor ekonomi, karena permintaan konsumsi meluas ke berbagai layanan seperti rias wajah, penataan gaya, fotografi, akomodasi, dan katering. Platform media sosial Xiaohongshu mencatat topik pernikahan seremonial menarik hampir 700 juta views dalam setahun, menunjukkan minat masyarakat terhadap penggabungan pernikahan dengan pariwisata.

Pendekatan Lebih Luas untuk Menjaga Keseimbangan Demografi

Dari perspektif kebijakan yang lebih luas, New Policy bukan hanya sekadar pengubah prosedur administratif, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan demografi. Pemerintah terus meningkatkan insentif terkait pernikahan dan kehamilan, seperti pelonggaran aturan administratif, agar masyarakat bisa merencanakan keluarga secara lebih mudah. Penerapan New Policy juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan pendapatan dari industri wisata pernikahan mencapai lebih dari 20 juta yuan dalam setahun terakhir.

Manfaat dan Kritik terhadap New Policy

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari banyak kalangan, termasuk pasangan muda yang menghargai fleksibilitasnya. Namun, ada pula yang mengkritik kebijakan ini karena dinilai kurang memperhatikan aspek keberlanjutan. Selain itu, penerapan New Policy di beberapa daerah masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut agar tidak terkesan hanya sekadar tren. Meski demikian, dampaknya jelas terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap pengalaman pernikahan yang lebih bermakna dan berkesan.

Leave a Comment