BI Lantik Junanto Herdiawan Sebagai Kepala Perwakilan Jawa Barat
Key Strategy menjadi faktor utama dalam keputusan Bank Indonesia (BI) melantik Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Jawa Barat. Pelantikan ini dilakukan pada Senin di Bandung, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran BI dalam mengawal pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga di Jawa Barat. Junanto menggantikan Muhamad Nur, yang telah menjabat selama 2,5 tahun. Dalam sambutannya, Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono menyampaikan bahwa Key Strategy ini bertujuan meningkatkan sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta memastikan inflasi tetap berada dalam rentang sasaran.
Upaya Meningkatkan Sinergi Kebijakan Ekonomi
Pelantikan Junanto Herdiawan disambut dengan harapan dapat mempercepat implementasi Key Strategy dalam pengelolaan ekonomi Jawa Barat. Dalam pidatonya, Thomas Djiwandono menekankan bahwa strategi ini fokus pada empat aspek utama: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. BI juga memastikan bahwa kebijakan moneter dan fiskal akan diintegrasikan dengan program pemerintah daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan sebesar 4,9 hingga 5,7 persen (yoy) serta mempertahankan inflasi di bawah 2,5 persen ± 1 persen hingga akhir tahun.
“Dengan Key Strategy yang diterapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan inklusif,” kata Thomas Djiwandono.
Peran BI dalam Membangun Ekonomi Daerah
Junanto Herdiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI di Jawa Tengah, diharapkan mampu membawa pengalaman dan keterampilan dalam mengelola ekonomi regional. Selain itu, ia akan fokus pada penguatan infrastruktur keuangan dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan inklusif. Dedy Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menilai bahwa kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah merupakan Key Strategy penting untuk mencapai visi ekonomi daerah yang lebih kuat.
“Key Strategy sinergi antara BI dan Pemprov Jabar adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berimbang,” tambah Dedy Mulyadi.
Kebijakan Key Strategy juga mencakup pengembangan sistem pembayaran digital melalui program QRIS. Jawa Barat ditargetkan menjadi provinsi yang menjadi contoh dalam penerapan teknologi keuangan. BI mencatat bahwa jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat telah meningkat pesat, dengan lebih dari 13 juta orang dan 8 juta merchant yang terdaftar. Proyek ini adalah bagian dari Key Strategy untuk mendorong transformasi ekonomi melalui digitalisasi.
Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi
Dalam 2026, BI menetapkan target pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 4,9 hingga 5,7 persen (yoy). Angka ini diproyeksikan lebih tinggi dari rata-rata nasional, yang tercatat sekitar 5 persen. Untuk menc
