Humaniora

Jusuf Kalla dukung GIHES 2026 untuk fokus pada pendidikan berkarakter

6190c13e-ef42-416d-9ca0-a39af6bbdfc0
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Jusuf Kalla Apresiasi GIHES 2026 dan Visi Gontor untuk Seratus Tahun ke Depan
  2. Related Reading

Jusuf Kalla Apresiasi GIHES 2026 dan Visi Gontor untuk Seratus Tahun ke Depan

Beritaturah.com – Wakil Presiden Republik Indonesia periode ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Acara internasional bergengsi ini menitikberatkan pada pengembangan sistem pendidikan yang holistik serta berorientasi pada pembentukan karakter, guna menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang. Dukungan tersebut mencerminkan keyakinan JK bahwa pendidikan berkarakter menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.

JK menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pondok Modern Darussalam Gontor dalam menyusun peta jalan pendidikan yang mencakup cakupan waktu hingga satu abad. Langkah ini dinilai sebagai terobosan signifikan baik bagi perkembangan pendidikan di tingkat nasional maupun kancah internasional. Visi jangka panjang ini menunjukkan komitmen Gontor untuk tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi umat manusia.

“Saya mendukung acara GIHES. Gontor berpikir untuk ke depan, 100 tahun ke depan,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Sabtu.

Menurut JK, langkah tersebut merupakan inovasi yang sangat luar biasa dalam dunia pendidikan. Ia menilai hal ini sangat positif karena baru pertama kalinya sebuah lembaga pendidikan di Indonesia merancang visi jangka panjangnya hingga seratus tahun ke depan. Lebih dari itu, pemikiran ini juga mencakup bagaimana pendidikan di Indonesia bahkan di dunia akan berkembang. JK menekankan bahwa pendidikan tidak hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk generasi yang belum lahir.

Dukungan JK terhadap kegiatan ini berakar pada hubungan batin yang kuat serta sejarah panjang keluarganya dengan Pondok Gontor. Hubungan tersebut telah terjalin sejak masa ayahnya, Haji Kalla, yang memiliki kepercayaan besar terhadap sistem pendidikan pesantren. Bagi JK dan keluarganya, khususnya almarhum ayahanda, Gontor selalu menjadi harapan. Pada tahun 1970-an, saat Haji Kalla masih hidup, beliau meyakini bahwa sekolah terbaik hanyalah satu, yaitu Gontor.

“Itulah mengapa adik-adik dan kemenakan saya banyak yang menimba ilmu di sana,” kata dia.

Fokus pada Kerapuhan Mental Generasi Muda

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Badan Wakaf Gontor, Dr. Hidayat Nur Wahid, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pembahasan GIHES 2026 adalah menjawab fenomena kerapuhan mental yang semakin melanda generasi muda di seluruh dunia. Menurutnya, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan yang tangguh. Banyak anak muda yang secara intelektual kuat namun secara emosional rapuh.

Hidayat menyoroti bahwa banyak generasi muda saat ini mengalami kesulitan dalam berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja yang kuat, serta lemah dalam aspek kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pendidikan holistik yang sejati dapat ditemukan di pesantren, di mana selama 24 jam penuh santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya. Pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

GIHES 2026: Forum Internasional untuk Pendidikan Berkarakter

KH. Adrian Mafatihallah, selaku Ketua Panitia GIHES 2026, menyampaikan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG). GIHES 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 5 hingga 6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Acara ini akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara.

Adrian menjelaskan bahwa melalui forum GIHES 2026, Gontor berupaya memperkenalkan model pendidikan pesantren yang telah teruji sebagai solusi global untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas. GIHES 2026 dirancang menjadi forum berskala internasional dan acara ini tidak hanya dihimpun oleh para pemimpin pendidikan se-Asia, tetapi juga menghadirkan pakar dan pembicara kunci yang merepresentasikan lima benua. Kolaborasi ini menciptakan pertukaran pengetahuan yang kaya dan bermakna.

“Kehadiran para tokoh global ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara nilai-nilai luhur pesantren dengan inovasi pendidikan modern, guna menciptakan ekosistem pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Hidayat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang GIHES 2026

Apa itu GIHES 2026? GIHES 2026 adalah Global Islamic Holistic Education Summit, sebuah forum internasional yang diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor untuk membahas pendidikan holistik dan berkarakter.

Kapan dan di mana GIHES 2026 berlangsung? Acara ini akan diadakan pada tanggal 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan GIHES 2026? GIHES 2026 merupakan kolaborasi antara Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG).

Apa fokus utama pembahasan dalam GIHES 2026? Salah satu fokus utama adalah menjawab fenomena kerapuhan mental generasi muda dan mengembangkan pendidikan yang membentuk karakter serta kepemimpinan yang tangguh.

Bagaimana hubungan Jusuf Kalla dengan Pondok Gontor? JK memiliki hubungan batin yang kuat dengan Gontor sejak masa ayahnya, Haji Kalla, yang memiliki kepercayaan besar terhadap sistem pendidikan pesantren. Banyak anggota keluarga JK yang menimba ilmu di Gontor.

Leave a Comment