Internasional

Korsel bertekad akhiri konflik, bangun perdamaian dengan Korut

WhatsApp-Image-2026-04-01-at-6.20.24-PM
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Korsel Bertekad Akhiri Konflik Bangun Perdamaian dengan Korea Utara
  2. FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Perdamaian Korsel-Korut
  3. Related Reading

Korsel Bertekad Akhiri Konflik Bangun Perdamaian dengan Korea Utara

Beritaturah.com – Seoul – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung pada Sabtu menyatakan bahwa Pemerintah Korsel berkomitmen untuk menghentikan perang di Semenanjung Korea dan mengakhiri situasi gencatan senjata saat ini demi membangun perdamaian dengan Korea Utara (Korut). Pernyataan ini menegaskan bahwa Korsel bertekad akhiri konflik bangun perdamaian yang lebih stabil di kawasan Asia Timur Laut. “Kami akan merintis jalan untuk mengakhiri perang dan mengubah situasi gencatan senjata yang tidak stabil di Semenanjung Korea ini menjadi sebuah tatanan perdamaian,” kata Lee dalam pidato peringatan ke-81 Hari Kemerdekaan Korea.

Presiden Lee mendesak kedua belah pihak untuk berhenti saling melempar ancaman dan segera memulai dialog demi mengakhiri “status perang” yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya pendekatan diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan yang ada.

Dialog Antar-Korea Menuju Perdamaian Berkelanjutan

“Mari kita tinggalkan niat untuk saling mengancam dan mulai melakukan dialog antar-Korea untuk mengakhiri perang yang sangat berlarut-larut ini. Dalam proses tersebut, cara-cara efektif untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir Korea Utara juga dapat dibahas,” ujar Lee. Dia meyakini bahwa terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea akan berkontribusi besar bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan Asia Timur Laut, sekaligus menjadi tonggak penting menuju perdamaian yang “bebas nuklir”.

“Korsel bertekad akhiri konflik bangun perdamaian yang berkelanjutan melalui dialog dan kerja sama regional,” tegas Presiden Lee Jae Myung.

Lebih lanjut, Lee menegaskan komitmen pihaknya untuk mengubah upaya permusuhan dan konfrontasi menjadi kekuatan untuk mendorong terciptanya kemakmuran bersama serta kehidupan yang saling berdampingan secara damai. Korsel juga akan secara aktif menjalankan perannya sebagai pihak yang terlibat langsung dalam proses perdamaian di kawasan tersebut. Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh Korea Utara yang berulang kali menegaskan tidak berniat untuk menyingkirkan senjata nuklirnya.

Posisi Korea Utara Soal Senjata Nuklir

Pada September 2025, Pemimpin Korut Kim Jong Un menyatakan bahwa wacana denuklirisasi sudah “berakhir” dan memastikan bahwa pihaknya tidak akan pernah menyerahkan persenjataan nuklir mereka. Pada Maret 2026, Kim kembali menyatakan bahwa Korea Utara akan terus memperkuat statusnya sebagai negara nuklir yang “mutlak dan tidak dapat diganggu gugat”. Status negara nuklir tersebut juga telah disahkan dalam undang-undang negara itu.

Sebelumnya, pada September 2023, Korea Utara telah mencantumkan pasal mengenai percepatan pengembangan kekuatan militer nuklir ke dalam konstitusinya, menyusul pengesahan aturan tentang kebijakan nuklir pada September 2022 lalu. Perkembangan ini menunjukkan konsistensi Korut dalam mempertahankan program nuklirnya sebagai prioritas nasional.

Analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan, kedua negara masih memiliki ruang untuk dialog. Korsel bertekad akhiri konflik bangun perdamaian melalui pendekatan bertahap yang melibatkan berbagai pihak internasional. Langkah-langkah konkret diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Perdamaian Korsel-Korut

Apa tujuan utama pernyataan Presiden Lee Jae Myung? Tujuan utamanya adalah mengakhiri status perang dan membangun tatanan perdamaian yang stabil di Semenanjung Korea melalui dialog antar-Korea.

Bagaimana posisi Korea Utara terhadap denuklirisasi? Korea Utara menyatakan bahwa wacana denuklirisasi sudah berakhir dan tidak akan menyerahkan senjata nuklirnya, dengan status ini telah disahkan dalam undang-undang negara.

Kapan Korea Utara mencantumkan pasal nuklir dalam konstitusinya? Pada September 2023, Korea Utara mencantumkan pasal mengenai percepatan pengembangan kekuatan militer nuklir ke dalam konstitusinya.

Apa peran Korsel dalam proses perdamaian regional? Korsel akan secara aktif menjalankan perannya sebagai pihak yang terlibat langsung dalam proses perdamaian di kawasan Asia Timur Laut.

Leave a Comment