Bisnis

Kementerin UMKM lepas ekspor 8,2 ton lada putih Babel ke Belanda

holding1
Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Ekspor Lada Putih Bangka Belitung ke Belanda: Kementerin UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton
  2. Related Reading

Ekspor Lada Putih Bangka Belitung ke Belanda: Kementerin UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton

Beritaturah.com – Pangkalpinang — Kementerin UMKM lepas ekspor 8,2 ton lada putih Bangka Belitung ke pasar Belanda. Pelepasan komoditas unggulan ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal di kancah internasional. Kegiatan pelepasan ekspor berlangsung di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, pada hari Sabtu yang lalu, dengan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan perdagangan.

Menurut Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, lada putih Bangka Belitung memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai produk ekspor jangka panjang. “Lada putih ini memiliki potensi sangat besar dan berpeluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan berorientasi ekspor,” tegasnya dalam sambutannya. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Nilai total ekspor mencapai Rp1,21 miliar, menunjukkan nilai ekonomi yang signifikan dari komoditas ini. Meskipun proses pelepasan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, seluruh bahan baku lada putih berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok komoditas ekspor nasional maupun internasional.

Operator dan Mitra Petani dalam Ekspor

PT Cinquer Agro Nusantara (CAN) bertindak sebagai operator holding UMKM klaster perkebunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan ekspor ini. Selama beroperasi, perusahaan telah membangun kemitraan yang kuat dengan 1.300 petani lada putih di wilayah tersebut.

“PT CAN ini telah bermitra dengan 1.300 petani lada putih dengan luas lahan seluas 1.000 hektare dengan kapasitas produksi 500 ton lada putih per tahun,” jelas Bagus Rachman.

Kemitraan ini memberikan manfaat ganda, yaitu memastikan pasokan bahan baku yang stabil untuk ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem bagi hasil yang adil. Dengan kapasitas produksi sebesar 500 ton per tahun, Bangka Belitung berpotensi menjadi pemasok utama lada putih berkualitas tinggi untuk pasar global.

Kolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia

Ekspor komoditas perkebunan lada putih ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Langkah ini diambil untuk meningkatkan komoditas unggulan di daerah tersebut dan memastikan standar kualitas internasional terpenuhi.

“Ekspor lada putih ini menunjukkan bahwa lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional. Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat,” ujarnya.

Plt Deputi Karantina Tumbuhan Barantin, Dian S.R. Kusumastuti, menyatakan bahwa Badan Karantina Indonesia mendorong lada putih Bangka Belitung untuk semakin memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM di daerah ini. Proses karantina yang ketat memastikan setiap kontainer lada putih yang dikirim memenuhi standar internasional.

Fakta Menarik tentang Lada Putih Bangka Belitung

Lada putih Bangka Belitung, khususnya dari Muntok, telah dikenal sejak abad ke-17 sebagai salah satu lada terbaik di dunia. Wilayah ini memiliki kondisi tanah dan iklim yang ideal untuk pertumbuhan tanaman lada. Dengan reputasi yang telah dibangun selama berabad-abad, lada putih Bangka Belitung terus mempertahankan kualitasnya untuk bersaing di pasar internasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspor Lada Putih

Berapa ton lada putih yang diekspor ke Belanda? Sebanyak 8,2 ton biji lada putih atau Muntok White Pepper diekspor ke Belanda dalam kegiatan ini.

Berapa nilai total ekspor tersebut? Nilai total ekspor mencapai Rp1,21 miliar, menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari komoditas ini.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ekspor ini? Kegiatan ini melibatkan Kementerin UMKM, PT Cinquer Agro Nusantara (CAN) sebagai operator, Badan Karantina Indonesia (Barantin), serta 1.300 petani mitra di Bangka Belitung.

Berapa luas lahan dan kapasitas produksi lada putih Bangka Belitung? Lahan mitra petani seluas 1.000 hektare dengan kapasitas produksi 500 ton lada putih per tahun.

Di mana proses pelepasan ekspor dilakukan? Pelepasan ekspor dilakukan di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, sementara pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Leave a Comment