Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak gempa NTT telah pulih
Table of Contents
Menkomdigi Sebut 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Telah Pulih
Beritaturah.com – Jakarta — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan kabar positif terkait pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur. Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut telah kembali beroperasi per Minggu sore pukul 18.00 WIB. Dari total 794 site/BTS yang tercatat rusak di 11 kabupaten dan kota, sebanyak 683 unit berhasil dipulihkan, menyisakan 111 unit yang masih dalam tahap perbaikan.
Gempa berpusat di Nagekeo pada 15 Agustus lalu tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga memutus pasokan listrik dan jaringan transmisi di puluhan titik. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang bergantung pada layanan seluler untuk berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi resmi, serta menghubungi layanan darurat.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Layanan telekomunikasi memegang peran krusial di situasi bencana: memastikan orang bisa terhubung, memperoleh kabar, dan mendukung koordinasi penanganan. Karena itu kami tidak akan berhenti mengawal proses ini hingga seluruh jaringan kembali normal.”
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu. Ia menegaskan komitmen kementerian untuk terus mendampingi penyelenggara telekomunikasi sampai tidak ada lagi site yang lumpuh.
Rincian Pemulihan per Kabupaten dan Jenis Gangguan
Berdasarkan identifikasi lapangan oleh industri telekomunikasi, 701 site/BTS mengalami putusnya pasokan listrik (power failure), sementara 93 unit lainnya terganggu pada sisi jaringan transmisi. Pola kerusakan ini menentukan strategi pemulihan: lokasi dengan masalah daya diprioritaskan melalui penyediaan genset atau perbaikan instalasi listrik, sedangkan gangguan transmisi memerlukan penanganan teknis kabel dan perangkat.
Tiga kabupaten telah mencapai pemulihan penuh atas seluruh menara BTS-nya, yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara. Delapan kabupaten lainnya masih menyisakan unit yang belum pulih: Manggarai Timur (32 site tersisa, tingkat pemulihan 57,33 persen), Manggarai (27 unit, 82,35 persen), Nagekeo (19 unit, 76,25 persen), Ende (11 unit, 89,52 persen), Ngada (10 unit, 87,18 persen), Sikka (7 unit, 94,07 persen), Manggarai Barat (4 unit, 96,36 persen), dan Flores Timur (1 unit, 97,56 persen).
Koordinasi Berkelanjutan dan Peran Pusat Monitoring
Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) menjalankan pemantauan jaringan secara berkelanjutan. Koordinasi dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah setempat, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi yang beroperasi di wilayah terdampak. Fokus utama saat ini diarahkan pada percepatan pemulihan 111 site yang belum kembali beroperasi, khususnya di kawasan dengan tingkat gangguan masih tinggi.
“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas teknis. Masyarakat membutuhkan akses informasi, jalur komunikasi darurat, dan dukungan koordinasi bantuan. Pemulihan jaringan merupakan bagian integral dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.”
Meutya juga mengimbau masyarakat NTT untuk tetap mengutamakan keselamatan, memantau perkembangan melalui kanal resmi BMKG, pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak BTS yang masih belum pulih di NTT? Sampai Minggu sore pukul 18.00 WIB, tersisa 111 site/BTS dari total 794 unit yang terdampak gempa. Seluruhnya sedang dalam proses perbaikan oleh penyelenggara telekomunikasi bersama tim teknis Komdigi.
Apa penyebab utama kerusakan BTS? Mayoritas gangguan berasal dari putusnya pasokan listrik (701 site). Sisanya, yakni 93 unit, mengalami kerusakan pada jaringan transmisi seperti kabel fiber atau perangkat microwave.
Kapan seluruh layanan diperkirakan kembali normal? Komdigi belum menetapkan tanggal pasti karena kecepatan pemulihan bergantung pada kondisi geografis tiap lokasi, ketersediaan material, dan akses jalan. Namun kementerian menegaskan tidak akan menghentikan upaya hingga 100 persen site beroperasi kembali.
Bagaimana masyarakat dapat melaporkan gangguan sinyal di wilayahnya? Pelanggan dapat menghubungi call center operator masing-masing atau menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi Komdigi agar tim monitoring dapat memverifikasi dan mempercepat penanganan di titik tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak?
Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak matter?
Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
