Dunia

Studi Kaspersky ungkap Gen Z anggap AI jadi teman

XxjpbeE000377_20251106_PEPFN0A001
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Gen Z Memperlakukan Kecerdasan Buatan Seperti Sahabat Digital
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Gen Z Memperlakukan Kecerdasan Buatan Seperti Sahabat Digital

Beritaturah.com – Hasil riset global yang dipublikasikan pada Selasa oleh Kaspersky, perusahaan perangkat lunak bermarkas di Rusia, mengungkap fenomena menarik di kalangan generasi muda. Dari total 7.200 responden yang disurvei, lebih dari seperempat pengguna gawai teknologi dari Generasi Z berinteraksi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) seolah sedang berbincang dengan seorang teman dekat.

Pergeseran Peran AI: Dari Alat Tugas ke Sumber Dukungan

Angka 27 persen responden yang memperlakukan AI layaknya sahabat menandai perubahan fundamental dalam persepsi publik. Teknologi yang semula dipandang semata sebagai instrumen penyelesaian tugas kini bertransformasi menjadi kanal dukungan emosional dan pendampingan personal. Lebih jauh lagi, 28 persen Gen Z mengaku berkonsultasi dengan sistem percakapan tersebut soal persoalan pribadi yang mereka enggan ceritakan kepada manusia lain.

Frekuensi penggunaan juga mencolok. Hampir separuh responden muda — tepatnya 47 persen — mengakses AI secara harian atau berkala, angka tertinggi yang tercatat di seluruh kelompok demografis dalam survei tersebut.

Cakupan Penggunaan Harian

Kaum muda memanfaatkan berbagai kapabilitas AI untuk keperluan beragam. Rinciannya: 56 persen mencari informasi, 49 persen mendalami materi pembelajaran, 47 persen menggali ide kreatif, dan 39 persen mengaplikasikannya dalam konteks pekerjaan.

Paradoks Keamanan Digital

Terlepas dari tingkat literasi digital dan kepercayaan diri yang tinggi, banyak peserta survei meremehkan ancaman yang menyertai interaksi dengan AI. Hanya 42 persen pengguna Gen Z yang secara konsisten menerapkan protokol keamanan, mulai dari memverifikasi kebenaran informasi hingga menahan diri dari berbagi data sensitif. Kelompok 52 persen sisanya mengambil langkah pencegahan secara sporadis, sementara 6 persen sama sekali tidak menerapkan langkah perlindungan apa pun.

Para pakar mengingatkan bahwa seiring makin intimnya interaksi dengan sistem AI, setiap informasi yang diinput sebaiknya diperlakukan sebagai data non-rahasia secara bawaan. Kaspersky menegaskan peringatan ini mengingat sistem semacam itu berpotensi menghasilkan jawaban keliru sekaligus membocorkan informasi pribadi.

Komentar Ahli

Vladislav Tushkanov, Manajer Grup Pusat Penelitian Teknologi AI Kaspersky, menilai bahwa dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z menangkap dinamika tren AI secara lebih tajam dan menemukan berbagai cara kreatif untuk merajut teknologi tersebut ke dalam rutinitas harian.

Interaksi yang bersifat personal tidak boleh disamakan dengan percakapan pribadi atau sepenuhnya dapat diandalkan.

Ia turut mendorong pengguna muda agar rasa ingin tahu mereka tetap dibarengi kebiasaan sehat, seperti memverifikasi informasi dari sumber kredibel serta menjaga kerahasiaan data pribadi.

Frequently Asked Questions

What is Studi Kaspersky ungkap Gen Z anggap?

Studi Kaspersky ungkap Gen Z anggap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Studi Kaspersky ungkap Gen Z anggap matter?

Studi Kaspersky ungkap Gen Z anggap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment