Warta Bumi

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran

WhatsApp-Image-2026-08-18-at-22.47.05
Foto : Emily Miller - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran: Enam Kali Meletus dalam Satu Hari
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran: Enam Kali Meletus dalam Satu Hari

Beritaturah.com – Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran pada Selasa, tercatat enam kali dalam rentang waktu dari pukul 01.20 hingga 20.33 WIB. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut yang membentang di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Kolom asap dari setiap letusan mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak, sementara kondisi kabut tebal menyulitkan pengamatan visual pada beberapa kejadian. Rentetan letusan yang berlangsung hampir sepanjang hari ini memicu peningkatan kewaspadaan di seluruh wilayah hilir sungai.

Berdasarkan rangkaian data tersebut, status Gunung Semeru kini ditetapkan pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Imbauan ini berlaku hingga ada perubahan status dari pihak berwenang.

Detail Seismik dan Karakteristik Letusan

Letusan terakhir pada Selasa malam terekam pukul 20.33 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati secara visual karena puncak tertutup kabut tebal. Perekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 3 menit 55 detik, menandakan adanya aktivitas magma yang cukup intens di dalam tubuh gunung.

“Telah terjadi erupsi pada pukul 20.33 WIB, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut,” ujar Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Sofian menambahkan bahwa Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran pada kejadian terakhir, meskipun jarak luncur tidak dapat dipastikan akibat kondisi visual yang tertutup kabut. Fenomena ini menjadi perhatian utama karena awan panas dapat bergerak sangat cepat menuruni lereng dan mengancam permukiman di hilir sungai dalam hitungan menit.

Zona Larangan dan Ancaman Sekunder

Di luar radius 13 kilometer dari puncak, warga tetap dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area sempadan sungai itu berpotensi dilanda perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak. Selain itu, seluruh aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga dilarang karena rawan tertimpa lontaran batu pijar yang dapat meluncur jauh saat tekanan kawah meningkat.

Mukdas Sofian mengingatkan masyarakat untuk siaga terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berhulu dari puncak. Ia secara khusus menyebut Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat sebagai jalur yang paling perlu diwaspadai, termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ucap Mukdas Sofian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah aman beraktivitas di sekitar Besuk Kobokan saat ini? Tidak. Warga dilarang berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena area tersebut berpotensi dilanda perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Hindari juga jalur-jalur anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan.

Berapa jarak aman dari puncak Gunung Semeru? Seluruh aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak dilarang karena rawan tertimpa lontaran batu pijar. Di sektor tenggara, jarak aman minimal adalah 13 kilometer dari puncak. Warga di luar radius tersebut tetap harus memperhatikan peringatan terkait aliran sungai.

Apa yang harus dilakukan jika mendengar suara gemuruh dari arah gunung? Segera menjauh dari lembah dan aliran sungai, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Hindari berlari menuruni lereng karena awan panas dapat bergerak

Frequently Asked Questions

What is Gunung Semeru erupsi disertai awan panas?

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gunung Semeru erupsi disertai awan panas matter?

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment