Bisnis

BI: EJIF 2026 hasilkan kesepakatan investasi Rp2,4 triliun di Jatim

45183bc9-6396-41c2-bde3-99e5026b2198

EJIF 2026 Dorong Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun untuk Jawa Timur

Beritaturah.com – BI – East Java Investment Forum (EJIF) 2026 mencatat kesepakatan investasi senilai Rp2,4 triliun di Jawa Timur. Nilai tersebut tercapai melalui 12 komitmen bisnis yang diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi daerah, sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Forum investasi yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 ini menjadi ruang pertemuan bagi pemilik proyek, pelaku usaha, calon investor, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan pentingnya kerja bersama agar potensi investasi di Jawa Timur dapat diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi nyata.

Investasi dan Dampaknya bagi Ekonomi Daerah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menekankan bahwa investasi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar peningkatan nilai ekonomi. Arus modal baru dapat mendukung pembukaan usaha, pengembangan fasilitas produksi, hingga kebutuhan tenaga kerja pada berbagai tahapan proyek.

“Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi karena investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” kata Ibrahim.

Ia juga menyampaikan bahwa iklim investasi yang sehat perlu ditopang oleh kesinambungan fiskal, kestabilan sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang andal. Tiga unsur tersebut menjadi landasan penting bagi pertumbuhan ekonomi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan, terutama ketika pelaku usaha mempertimbangkan proyek dengan jangka waktu panjang.

Bagi Jawa Timur, peningkatan investasi berarti peluang untuk memaksimalkan kekuatan sektor-sektor yang telah berkembang di daerah. Aktivitas manufaktur, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan layanan penunjang dapat saling terhubung ketika proyek investasi bergerak dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan.

28 Proyek Ditawarkan kepada Investor

Dalam EJIF 2026, tersedia 28 proyek Investment Project Ready to Offer atau IPRO dengan akumulasi potensi investasi mencapai Rp73,7 triliun. Proyek-proyek tersebut mencakup bidang manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri.

Skema IPRO memberi gambaran kepada calon investor mengenai proyek yang telah disiapkan untuk ditawarkan. Kehadiran daftar proyek semacam ini membantu mempertemukan kebutuhan investor dengan peluang yang tersedia di daerah, mulai dari pengembangan industri hingga pemanfaatan potensi sektor berbasis sumber daya lokal.

Selain proyek IPRO, forum tersebut turut mempromosikan tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Ada pula 80 aset potensial milik pemerintah daerah yang diperkenalkan, bersama sejumlah peluang investasi yang berasal dari sektor perbankan.

Ragam penawaran itu memperlihatkan bahwa peluang investasi tidak hanya terbatas pada satu jenis usaha. Kawasan industri dapat menarik kegiatan produksi dan rantai pasok, sementara proyek infrastruktur berpotensi mendukung konektivitas maupun layanan dasar. Di sisi lain, agroindustri dan pariwisata membuka ruang bagi pengembangan nilai tambah dari kekuatan daerah.

Minat Investor dari Berbagai Negara

EJIF 2026 juga dihadiri investor dari sejumlah negara, yaitu Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia. Pertemuan langsung dengan pemilik proyek dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dari proses membangun kepercayaan serta memperjelas kebutuhan setiap rencana investasi.

Keterlibatan investor dari berbagai negara memperluas jangkauan promosi proyek di Jawa Timur. Namun, komitmen bisnis yang tercipta tetap memerlukan tindak lanjut, termasuk koordinasi lintas pihak dan dukungan iklim usaha yang konsisten. Tahap tersebut menentukan apakah kesepakatan yang terbentuk dapat berkembang menjadi realisasi investasi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat dukungan untuk membangun suasana investasi yang kondusif. Kolaborasi antarpemerintah menjadi relevan karena lokasi proyek, kebutuhan perizinan, kesiapan lahan, serta dukungan infrastruktur dapat berada dalam lingkup kewenangan yang berbeda.

Manufaktur dan pertanian disebut sebagai kekuatan utama yang dapat menarik perhatian investor di Jawa Timur. Kedua sektor tersebut memiliki arti penting karena dapat menjadi dasar pengembangan usaha lanjutan, dari pengolahan bahan hingga penyediaan produk bagi pasar yang lebih luas.

Dialog Kebijakan dan Dunia Usaha

Rangkaian EJIF 2026 tidak hanya berisi penawaran proyek. Forum ini juga menghadirkan diskusi panel bersama Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

Pembahasan dalam panel diarahkan pada prospek investasi dan bentuk dukungan pemerintah bagi dunia usaha. Dialog antara pembuat kebijakan, pemilik modal, dan pelaku bisnis penting untuk mengidentifikasi kebutuhan proyek serta hambatan yang perlu diselesaikan agar investasi dapat bergerak lebih efektif.

Kesepakatan Rp2,4 triliun dari 12 komitmen bisnis menjadi salah satu hasil awal dari forum tersebut. Sementara itu, potensi Rp73,7 triliun yang ditawarkan melalui proyek IPRO menunjukkan masih luasnya ruang pengembangan investasi di Jawa Timur. Keberhasilan berikutnya akan bergantung pada kesinambungan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, pemilik proyek, dan investor.

Dengan dukungan yang tepat, investasi dapat menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka investasi, tetapi juga hadir dalam bentuk kesempatan kerja, kegiatan usaha baru, serta penguatan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur.

Frequently Asked Questions

What is BI?

BI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI matter?

BI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *