BRITACOM Perbarui Portofolio Administrasi Pajak untuk Menjawab Kebutuhan Lintas Yurisdiksi
Beritaturah.com – BRITACOM menyiapkan pembaruan panduan administrasi perpajakan melalui Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0. Portofolio baru ini dirancang untuk membantu penguatan kapasitas otoritas pajak di berbagai yurisdiksi, mulai dari pengelolaan risiko hingga penanganan sengketa dan kolaborasi perpajakan internasional.
Penyempurnaan tersebut juga mencakup Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0, yang berfokus pada pengembangan layanan bagi wajib pajak. Kedua portofolio itu telah melalui proses perbaikan sistematis selama hampir satu tahun dan direncanakan diperkenalkan secara resmi pada musim gugur 2026.
Bagian dari Rencana Aksi Hong Kong 2025–2027
Sekretaris Eksekutif Sekretariat BRITACOM, Huang Suhua, menjelaskan bahwa pengembangan versi 2.0 merupakan pelaksanaan Rencana Aksi Hong Kong 2025–2027. Langkah tersebut diarahkan untuk merespons persoalan nyata yang dihadapi administrasi pajak di yurisdiksi anggota.
“Kami menghimpun masukan langsung mengenai berbagai kendala praktis serta studi kasus yang dikembangkan di masing-masing yurisdiksi. Seluruh masukan tersebut kemudian dihimpun dan disusun secara sistematis,” kata Huang pada agenda the 7th BRITACOF di Jakarta, Selasa.
Selama setahun terakhir, Sekretariat BRITACOM mengadakan konsultasi luas di lingkungan komunitasnya. Proses itu digunakan untuk memperbarui TAPP maupun TSPP dari versi 1.0 menjadi 2.0, dengan perhatian pada pengalaman operasional dan kebutuhan penerapan di lapangan.
Penghimpunan pengalaman dari sejumlah yurisdiksi penting karena setiap otoritas pajak dapat menghadapi tantangan yang berbeda. Ada kebutuhan untuk memperbaiki alur administrasi, meningkatkan layanan digital, mendukung pelaku usaha kecil dan menengah, serta memberi kepastian yang lebih baik dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan.
Delapan Area Utama dalam TAPP 2.0
TAPP 2.0 memperluas dan memperdalam materi pada sejumlah bidang inti administrasi pajak. Cakupannya meliputi pendaftaran serta verifikasi identitas wajib pajak, perencanaan pajak, pemungutan pajak, pengelolaan risiko, pemeriksaan dan penyidikan, penyelesaian sengketa, pengendalian internal, hingga kerja sama internasional dalam pemungutan dan administrasi perpajakan.
“TAPP 2.0 semakin menyempurnakan tujuh modul intinya, yaitu pendaftaran dan verifikasi identitas wajib pajak, perencanaan pajak, pemungutan pajak, manajemen risiko, pemeriksaan dan penyidikan, penyelesaian sengketa, pengendalian internal, serta kerja sama internasional dalam pemungutan dan administrasi perpajakan,” ucapnya.
Rangkaian bidang tersebut menggambarkan bahwa administrasi pajak tidak hanya terkait penerimaan dan penagihan. Sistem yang kuat juga membutuhkan identifikasi wajib pajak yang baik, proses pengawasan yang proporsional, mekanisme penyelesaian persoalan, dan tata kelola internal yang memadai.
Kerja sama lintas negara menjadi salah satu bagian penting dalam portofolio ini. Aktivitas ekonomi dan kewajiban perpajakan dapat melibatkan lebih dari satu yurisdiksi, sehingga pertukaran pengalaman serta pengembangan praktik administrasi menjadi relevan bagi anggota BRITACOM.
Fokus Layanan Wajib Pajak dan Dukungan UKM
Di sisi pelayanan, TSPP 2.0 memuat lima unsur utama: filosofi serta perlindungan dalam layanan wajib pajak, layanan dasar, layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan, pengawasan atas layanan, serta penghimpunan masukan dan pandangan ke depan.
Pembaruan ini memberi perhatian pada perbedaan kebutuhan antarsektor dan kelompok wajib pajak. Usaha kecil dan menengah menjadi salah satu segmen yang diperhatikan, bersamaan dengan pengembangan kanal layanan, konsultasi perpajakan, perlindungan hak wajib pajak, dan layanan kepastian pajak.
“Portofolio ini menjawab kebutuhan layanan dari berbagai segmen wajib pajak. Materi baru juga ditambahkan, mencakup pengembangan saluran layanan, konsultasi perpajakan, perlindungan hak wajib pajak, layanan kepastian pajak, serta dukungan bagi UKM,” ujarnya.
Bagi wajib pajak, penguatan layanan dapat membantu memperjelas akses terhadap informasi dan dukungan administrasi. Bagi otoritas pajak, pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna layanan dapat menjadi bagian dari upaya membangun proses yang lebih terarah dan mudah dipahami.
Indonesia dalam Kerja Sama BRITACOM
BRITACOM merupakan singkatan dari Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism. Forum ini menjadi wadah kerja sama administrasi pajak dalam kerangka Belt and Road Initiative atau BRI, dengan ruang bagi berbagai yurisdiksi untuk berbagi pengalaman dan praktik pengembangan administrasi perpajakan.
Indonesia termasuk anggota Dewan BRITACOM. Keterlibatan tersebut menempatkan Indonesia dalam jaringan diskusi mengenai pengembangan kapasitas perpajakan, pertukaran praktik administrasi, dan kebutuhan kerja sama pada isu-isu pajak internasional.
Dengan jadwal peluncuran pada musim gugur 2026, TAPP 2.0 dan TSPP 2.0 akan menjadi hasil dari konsultasi yang menggabungkan masukan praktis, studi kasus, serta kebutuhan pelayanan pajak dari berbagai yurisdiksi anggota. Portofolio ini diharapkan menyediakan rujukan yang lebih lengkap bagi penguatan administrasi dan layanan perpajakan di lingkungan BRITACOM.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BRITACOM sempurnakan panduan administrasi pajak melalui?
BRITACOM sempurnakan panduan administrasi pajak melalui is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BRITACOM sempurnakan panduan administrasi pajak melalui matter?
BRITACOM sempurnakan panduan administrasi pajak melalui matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

