Jakarta: Anggota DPRD DKI Sarankan Pemerintah Kota Tingkatkan Pengawasan Wilayah
Marak begal – Legislator DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyoroti peningkatan kasus pencurian dan pemerkosaan di wilayah Jakarta Barat, yang telah memicu kecemasan warga. Ia mengatakan pemerintah harus lebih proaktif dalam menangani isu keamanan ini. “Jakarta Barat saat ini sedang menghadapi tantangan keamanan serius. Hampir setiap pekan, masyarakat mengalami kejadian pencurian motor, begal, hingga kekerasan jalanan yang membuat warga enggan beraktivitas, terutama di malam hari,” ujarnya, Selasa.
Kearahannya, Pemkot Jakbar Diharapkan Lebih Siaga
Kent menegaskan bahwa keamanan jalan raya tidak bisa hanya diatasi dengan patroli sesekali atau respons setelah viral di media sosial. “Masalah kriminalitas jalanan harus menjadi perhatian utama pemerintah kota, bukan hanya tanggung jawab kepolisian,” tambahnya. Ia menekankan perlunya pengawasan wilayah lebih ketat, termasuk penerangan jalan, pengaktifan CCTV, serta kolaborasi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat.
“Kondisi ini menjadi peringatan bagi Pemkot Jakbar agar lebih memahami situasi di lapangan dan mengambil tindakan yang tepat,” kata Kent.
Legislator Komisi C tersebut juga meminta Pemkot Jakbar tidak menunggu korban jiwa atau kejadian besar sebelum memulai langkah tindakan. “Pemerintah kota harus memetakan area rentan, memastikan infrastruktur seperti lampu jalan dan CCTV berfungsi optimal, serta memperkuat patroli lingkungan secara rutin,” ujarnya.
Beberapa Kasus Brutal Menjadi Bukti Keterlambatan Pemkot
Kent menyoroti beberapa insiden kekerasan di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, beberapa waktu lalu. Dalam video viral, korban dibacok menggunakan klewang hingga jatuh ke selokan. Dua pelaku berboncengan, salah satunya turun dari motor lalu menyerang korban.
Kasus lain terjadi di kawasan Mangga Besar 4 M, Taman Sari, pada Minggu (3/5). Seorang korban yang hendak pergi ke gereja dipepet oleh empat pelaku, dugaan membawa celurit. Mereka berhasil merampas kalung emas korban lalu melarikan diri tanpa terkendali.
Menurut Kent, maraknya kejahatan tersebut menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang perlu segera diperbaiki oleh Pemprov DKI dan Pemkot Jakbar. “Jika warga takut pulang malam, takut naik motor, atau takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada kelemahan dalam upaya menjaga rasa aman,” katanya.
Ia juga mendesak adanya evaluasi berkala terhadap tingkat kriminalitas di Jakarta Barat. “Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemkot Jakbar perlu lebih responsif, lebih cepat bertindak, dan lebih memperhatikan kekhawatiran warga sehari-hari,” tegas Anggota Komisi C itu.
