Kondisi Terkini 13 Penumpang Smart Air yang Selamat dari Penembakan KKB

Kondisi 13 Penumpang Smart Air yang Selamat dari Serangan KKB

Sebuah pesawat milik maskapai Smart Air mengalami serangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden ini terjadi Rabu (11/2) siang, setelah pesawat mendarat. Pilot dan kopilot, Egon Erawan serta Baskoro Adi Anggoro, gugur akibat tembakan. Sementara 13 penumpang dalam kondisi selamat dan tidak terluka.

“Semua penumpang dalam keadaan aman, tidak ada yang mengalami cedera,” tutur Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).

Yusuf menambahkan bahwa setelah insiden, Satgas Damai Cartenz berencana melakukan operasi besar. Namun, ia mengakui kebutuhan tambahan personel untuk menangani situasi di Papua.

“Operasi besar pasti dilakukan, tetapi Papua ini lebih kompleks dari biasanya,” ungkap Yusuf.

Di sisi lain, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa pilot dan kopilot sempat mengirimkan pesan darurat melalui GPS Garmin saat pesawat ditembaki. “Situasi langsung berubah kacau, awak dan penumpang berlarian menyelamatkan diri ke hutan,” kata Isir, Rabu (12/2).

Para pelaku diperkirakan berasal dari KKB Yahukimo Batalion Kanibal dan Semut Merah. Pesawat terus ditembaki hingga kedua awak pesawat dinyatakan tewas akibat luka tembak.

Penumpang yang Selamat

Berikut daftar nama-nama penumpang yang berhasil selamat: Yance Bemanop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Winda, Anak Kimis, Dualima Kogoya, Imantinus Kahipka, Irvan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialka, Topiud Kogoya, dan Tialongga Kogoya.

Setelah kejadian, Bandara Boven Digoel ditutup sementara sebagai langkah keamanan. Yusuf menegaskan bahwa para penumpang kini dalam kondisi tenang dan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *