Indonesia

Hasil Club Licensing: Semua klub Super League lolos – kecuali PSBS

Hasil Club Licensing Cycle 2025/2026: PSBS Biak Tidak Lolos

Hasil Club Licensing – Jakarta, Rabu (22 Mei) – Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menyatakan seluruh tim peserta BRI Super League musim ini berhasil lolos dari siklus pemberian lisensi, kecuali PSBS Biak. Dalam proses evaluasi, klub-klub yang berkompetisi menjalani penilaian menyeluruh terhadap lima kriteria utama: aspek olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, hukum, serta keuangan.

“Dari 18 klub yang menjalani lisensi, ada 17 yang diberikan izin untuk bermain di Super League. Satu-satunya yang tidak lolos adalah PSBS Biak,” jelas Asep dalam jumpa pers di Kantor I.League, Jakarta.

Dalam konteks kompetisi musim depan, delapan tim dari kasta kedua telah mendapatkan lisensi Super League. Tiga di antaranya naik dari Championship, yaitu PSS Sleman, Adhyaksa FC, dan Garudayaksa FC. Sementara lima tim lainnya bertahan di level dua, termasuk Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Kepada klub Championship, Asep menegaskan bahwa mereka harus memperoleh lisensi Super League jika ingin promosi ke level tertinggi. “Jika klub X hanya mengantongi lisensi Championship dan tiba-tiba naik, mereka belum tentu bisa bermain di Super League karena kriteria lisensi yang tidak lengkap,” tukasnya.

Klub yang Lolos Lisensi Super League

Sejumlah tim yang berhasil mendapatkan lisensi Super League meliputi: PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Lisensi ACL 2 dan Kondisi Klub

Dalam hal kualifikasi Liga Champions Asia Dua, delapan klub mendapatkan izin tanpa sanksi, yaitu PSM Makassar, Dewa United Banten FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. Sementara delapan tim lainnya diberikan lisensi dengan sanksi, meliputi Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Asep menjelaskan bahwa klub Championship yang belum mengantongi lisensi hingga 22 Mei berisiko mengawali kompetisi dengan poin minus. “Dalam regulasi, jika satu kriteria tidak terpenuhi, poinnya dikurangi 1. Dua kriteria minus 2, dan maksimal 5 poin dikurangi untuk tiga kriteria,” tambahnya.

Klub Championship yang Lolos

Saat ini, hanya FC Bekasi City yang berhasil memenuhi syarat lisensi Championship. Hal ini menunjukkan bahwa tim-tim di kasta kedua masih perlu memperbaiki aspek-aspek tertentu untuk bisa bertahan di level tersebut.

PSBS Biak, sementara itu, secara otomatis mendapatkan lisensi untuk berlaga di kasta kedua karena tidak mengikuti proses evaluasi untuk kasta tertinggi. Ini membedakannya dari klub Championship lain yang harus memenuhi persyaratan lebih ketat.

Hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 mencakup: – Lisensi ACL 2 (Granted): PSM Makassar, Dewa United Banten FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persija Jakarta. – Lisensi ACL 2 (Granted with sanctions): Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, Persijap Jepara. – Lisensi Super League (Granted): PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan. – Lisensi Championship (Granted): FC Bekasi City.

Leave a Comment