Humaniora

Main Agenda: Sebanyak 898 pelajar SMK Tulungagung ikuti program magang luar negeri

Main Agenda: 898 Siswa SMK Tulungagung Ikuti Program Magang Luar Negeri 2026

Main Agenda – Program magang luar negeri yang diinisiasi oleh Main Agenda menjadi sorotan utama dalam pendidikan vokasi di Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan ini, sebanyak 898 pelajar SMK dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terlibat langsung sebagai peserta magang kerja di negara-negara tetangga. Dinas Pendidikan Jawa Timur melaporkan bahwa total peserta program tersebut mencapai 4.920 orang, dengan 3.186 orang ditempatkan dalam magang kerja dan 1.734 lainnya berpotensi menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) setelah menyelesaikan masa pelatihan.

Proses Seleksi dan Pelatihan

Sebelum diberangkatkan, para siswa SMK Tulungagung menjalani serangkaian seleksi untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi lingkungan kerja di luar negeri. Proses ini melibatkan penilaian keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan sikap disiplin. “Main Agenda memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah kompetensi sebelum menghadapi tantangan di luar negeri,” jelas Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Menurutnya, penempatan magang ini dirancang untuk mencocokkan minat pelajar dengan kebutuhan industri di luar negeri, seperti sektor pertanian, pabrik, pelayanan kesehatan, dan bidang teknologi yang semakin berkembang.

Para peserta juga wajib mengikuti pelatihan intensif di Training Center Ketintang, Surabaya. Pelatihan ini mencakup bahasa asing, teknik kerja, serta pembekalan tentang budaya dan aturan kerja di negara tujuan. “Dengan adanya program ini, kami berharap siswa mampu menyesuaikan diri lebih cepat dan berkontribusi secara signifikan di lingkungan kerja internasional,” tambah Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Destinasi dan Jangka Waktu Magang

Magang kerja para siswa Tulungagung akan berlangsung di delapan negara, yaitu Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Dubai. Jepang menjadi tujuan utama dengan jumlah penempatan terbesar, mengingat kebutuhan tenaga kerja di sana terus meningkat. Masa magang berlangsung selama tiga hingga lima tahun, tergantung pada kontrak kerja dan kebutuhan perusahaan. “Main Agenda menargetkan pemenuhan kebutuhan industri global melalui program ini,” ungkap Aries, yang menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam memfasilitasi pelatihan tersebut.

Dalam pelatihan di luar negeri, siswa akan dibimbing oleh mentor lokal dan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbasis kecerdasan buatan (AI) serta teknologi modern. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. “Siswa yang ditempatkan di negara-negara berkembang memiliki potensi untuk menjadi aset penting bagi ekonomi daerah dan negara,” tambah Khofifah, yang juga memperkenalkan program magang sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional.

Program Main Agenda ini tidak hanya memfasilitasi magang kerja, tetapi juga membangun jaringan kerja antar-negara. Pemerintah Daerah Tulungagung berupaya memastikan keselamatan dan kesejahteraan siswa selama masa penempatan. “Kami telah menyediakan perlindungan hukum dan fasilitas pendukung bagi peserta magang,” terang Aries. Hal ini mencerminkan komitmen Main Agenda untuk memberikan layanan terbaik kepada para pelajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa jadwal pemberangkatan telah diubah menjadi 20 Mei 2026 sesuai instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan waktu tambahan bagi pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan persiapan akhir. “Main Agenda adalah salah satu program yang mendukung visi Jawa Timur menjadi pusat pendidikan vokasi nasional,” pungkas Khofifah, yang menekankan pentingnya pelatihan ini bagi pengembangan ekonomi dan pendidikan daerah.

Leave a Comment