Rilis Pers

Key Strategy: Kawal Langsung proyek HAT, Direktur Utama PT Berdikari Maryadi Siapkan Fondasi Emas Perunggasan Nasional

Maryadi Terapkan Key Strategy Kawal Proyek HAT untuk Perkuat Perunggasan Nasional

Pelaksanaan Fase Implementasi Proyek HAT di Malang

Key Strategy – Jakarta – Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang dijalankan oleh PT Berdikari saat ini memasuki tahap pelaksanaan yang lebih konkret. Setelah menyelesaikan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penjajakan awal, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang peternakan ini mengirimkan tim monitoring langsung ke lokasi proyek di Malang, Selasa (12/05/2026). Turut serta dalam inspeksi tersebut adalah Dr. drh. Trioso Purnawarman, M.Si., sebagai ketua tim teknis, serta Ir. Sahrul dan Dr. Ir. Hari Suhada, S.Pt, M.Si., IPU, yang bertugas memastikan konsistensi proyek HAT dalam menciptakan fondasi kuat untuk sektor perunggasan nasional. Proses ini menjadi bagian dari key strategy perusahaan untuk mempercepat transisi ke sistem produksi yang lebih terpadu dan efisien.

Tim PT Berdikari melakukan tinjauan lapangan untuk mengevaluasi kondisi fisik, sosial, dan ekonomi di sekitar area proyek. Langkah ini bertujuan memastikan semua aspek studi kelayakan (FS) dan rencana lokasi berjalan sesuai dengan kondisi aktual. Rekomendasi dari para ahli di lapangan menjadi dasar dalam mengoptimalkan pertumbuhan proyek HAT, yang diharapkan dapat memenuhi standar regulasi dan meningkatkan kapasitas pertanian berbasis protein hewani. Dengan key strategy yang terstruktur, PT Berdikari berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

Strategi Terpadu untuk Mendorong Ketahanan Pangan

“Key strategy kami berfokus pada pengawasan langsung proyek HAT sebagai langkah kritis dalam membangun fondasi emas industri perunggasan,” jelas Maryadi, Direktur Utama PT Berdikari. Ia menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2026, yang menekankan pentingnya integrasi antar sektor pertanian.

Dalam implementasinya, proyek HAT dirancang untuk menggabungkan berbagai elemen seperti pembibitan, pakan, dan pemasaran secara terpadu. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko ketidakstabilan pasar, meningkatkan produktivitas peternak, serta menjamin ketersediaan daging ayam secara nasional. Key strategy yang digunakan dalam proyek ini tidak hanya berupa perencanaan teknis, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan pihak terkait seperti lembaga pemerintah dan mitra swasta. Maryadi menekankan bahwa langkah ini diperlukan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih tangguh.

Pengaruh Regulasi terhadap Progres Proyek HAT

Pengembangan proyek HAT juga didukung oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025, yang memberikan arah untuk pengembangan usaha pertanian berbasis data dan keberlanjutan. General Manager Corporate Secretary & SR PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi, mengatakan bahwa setiap tahapan proyek dipantau secara ketat untuk memastikan konsistensi dengan key strategy yang telah ditetapkan. Ia menambahkan bahwa regulasi ini menjadi pedoman dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

“Dengan key strategy yang terintegrasi, proyek HAT tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membantu peternak rakyat memahami dinamika pasar secara lebih efektif,” ujar Hasbi. Ia menyebut bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan menjangkau kebutuhan protein hewani masyarakat secara merata.

Key strategy yang diterapkan dalam proyek HAT mencakup pemanfaatan teknologi modern, pengelolaan sumber daya secara optimal, serta penguatan kerja sama antar stakeholder. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendorong pertumbuhan sektor perunggasan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan strategis yang matang, PT Berdikari berupaya membangun ekosistem pertanian yang berimbang antara profitabilitas dan keberlanjutan lingkungan.

Kontribusi Proyek HAT terhadap Industri Perunggasan Nasional

Proyek HAT berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan sektor perunggasan Indonesia, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Key strategy yang dijalankan oleh PT Berdikari melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan peternak untuk menciptakan rantai pasok yang lebih stabil. Dalam tinjauan lapangan di Malang, tim menemukan bahwa keterlibatan langsung pihak pengelola proyek mempercepat adaptasi terhadap kondisi lokal dan memastikan keberlanjutan proyek.

Hasbi menegaskan bahwa key strategy ini tidak hanya menyelesaikan tantangan pasar, tetapi juga membuka peluang baru untuk investasi di bidang pertanian. Ia menyebut bahwa proyek HAT akan menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengurangi impor protein hewani dan meningkatkan kemandirian pangan. Dengan pendekatan yang holistik, PT Berdikari berharap dapat menumbuhkan sektor perunggasan sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Langkah Strategis Masa Depan untuk Perunggasan Nasional

Key strategy dalam proyek HAT akan terus dikembangkan untuk memenuhi tantangan sektor pertanian yang dinamis. Maryadi menyatakan bahwa keberhasilan proyek ini memerlukan langkah-langkah strategis yang terukur, termasuk penerapan standar produksi, pelatihan peternak, dan optimasi rantai pasok. Dengan melibatkan semua pihak, proyek ini diperkirakan dapat menciptakan dampak yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Proses monitoring lapangan di

Leave a Comment