Southeast Asia Blockchain Week 2026: Topik yang Dibahas di Bangkok
Topics Covered – Southeast Asia Blockchain Week 2026 di Bangkok menjadi panggung utama untuk menggali berbagai isu dan inovasi di bidang teknologi blockchain serta keuangan digital. Acara ini digelar oleh Hashed, ShardLab, dan SCBX, yang merupakan bagian dari ekosistem keuangan Thailand. Hadirnya perwakilan regulator dari Thailand dan Indonesia, serta tokoh industri seperti Bitkub, Circle, Tether, dan Ascend Bit, menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara semakin menjadi pusat perhatian dalam penerapan Web3 secara global.
Peran Regulator dalam Mengarahkan Transisi Digital
Topics Covered dalam SEABW 2026 secara khusus menyoroti peran regulator dalam membangun kerangka kebijakan yang mendukung pertumbuhan blockchain. Delegasi dari Securities and Exchange Commission (SEC) dan Thailand Digital Asset Association (TDA) akan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang diambil untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih terbuka bagi teknologi keuangan digital. Dari Indonesia, Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital di Kementerian Ekonomi Kreatif, akan memaparkan visi negara dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam sistem ekonomi.
Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi perwakilan industri lokal untuk berbagi pengalaman mereka. Kaweewut Temphuwapat, Chief Innovation Officer SCBX & CEO SCB 10X, akan menegaskan bahwa kerja sama antara regulator dan pengembang teknologi sangat krusial untuk mengakui potensi blockchain dalam memimpin transisi keuangan di Asia Tenggara. Di sisi lain, Atthakrit Chimplapibul, pendiri Bitkub, akan membahas strategi perusahaan dalam mengadopsi solusi blockchain untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
K-Pop sebagai Simbol Integrasi Budaya dan Teknologi
Topics Covered juga mencakup pertunjukan K-pop yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat diaplikasikan dalam dunia hiburan. Grup tripleS, yang dikelola oleh Modhaus, menjadi contoh nyata tentang pemanfaatan blockchain dalam pengelolaan fanbase. Mereka mengimplementasikan sistem NFT yang memungkinkan penggemar berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, mengubah cara pengikut mengakses dan berinteraksi dengan konten. Selain itu, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa budaya digital dan teknologi mulai memengaruhi industri kreatif di Asia Tenggara.
Para pemimpin industri K-pop dan teknologi akan berdiskusi dalam sesi khusus tentang dampak blockchain terhadap ekonomi kreatif. Apinand Dabpetch, yang memimpin unit blockchain Ascend Bit di bawah True Money, akan menyampaikan pandangan tentang bagaimana hiburan digital dapat ditingkatkan melalui adopsi solusi berbasis teknologi. Hal ini memperkuat bahwa SEABW 2026 tidak hanya fokus pada aspek keuangan, tetapi juga menyentuh berbagai sektor yang saling terkait.
Kolaborasi Global dalam Mengembangkan Ekosistem Blockchain
Topics Covered mencakup kerja sama antar negara dalam memperkuat ekosistem blockchain di Asia Tenggara. David Katz dari Circle akan menjelaskan strategi aset digital yang teregulasi, dengan penekanan pada peran USDC sebagai alat pembayaran lintas batas. Sementara itu, Ploy Boonyavee dan Eddy Christian Ng dari Tether akan berbagi wawasan tentang bagaimana stablecoin memfasilitasi akses ke pasar global dan mempercepat transaksi dalam skala besar.
Perusahaan-perusahaan fintech seperti StraitsX, Ripple, BitGo, dan AWS juga turut serta dalam pembahasan tentang penerapan teknologi di kehidupan nyata. Mereka akan menyajikan wacana mengenai penggunaan AI, infrastruktur pembayaran, dan tokenisasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam berbagai sektor. Hal ini menegaskan bahwa SEABW 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi pemicu kolaborasi global dalam mengembangkan teknologi Web3.
“Asia Tenggara sedang berada di titik kritis dalam transformasi keuangan digital. Bangkok menjadi lokasi utama di mana diskusi tentang masa depan aset digital Asia berlangsung. SEABW 2026 membuktikan keyakinan kami bahwa era berikutnya teknologi finansial akan dibangun melalui kolaborasi terbuka antara regulator, inovator, dan institusi di seluruh kawasan — dan SCBX bangga menjadi bagian dari proses ini,” ujar Kaweewut Temphuwapat, Chief Innovation Officer SCBX & CEO SCB 10X.
Kelancaran dan Tantangan Adopsi Blockchain di Indonesia
Topics Covered dalam acara ini juga mencakup tantangan dan peluang adopsi blockchain di Indonesia. Selain diskusi kebijakan, para peserta akan berbagi pengalaman dalam implementasi teknologi di berbagai sektor, termasuk pertanian, logistik, dan layanan keuangan. Penelitian dan inisiatif lokal, seperti penggunaan tokenisasi dalam perdagangan komoditas, menjadi fokus utama dalam mengeksplorasi bagaimana teknologi bisa meningkatkan inklusivitas dan efisiensi sistem ekonomi nasional.
Hal ini menegaskan bahwa SEABW 2026 tidak hanya menghadirkan wawasan internasional, tetapi juga menjembatani antara inovasi global dan kebutuhan lokal. Dengan menggabungkan pertemuan kebijakan, sesi industri, dan isu budaya digital, acara ini memperlihatkan bahwa teknologi blockchain akan menjadi pendorong utama bagi transformasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Sebagai hasilnya, SEABW 2026 diharapkan menjadi referensi bagi negara-negara lain yang ingin membangun ekosistem Web3 yang inklusif dan berkelanjutan.
