Humaniora

Menteri Arifah: Paparan judi online ancaman serius tumbuh kembang anak

Menteri Arifah: Judi Online Ancaman Serius bagi Pertumbuhan Anak

Menteri Arifah – Jakarta, Sabtu – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyoroti bahwa meningkatnya eksposur anak terhadap aktivitas judi online menjadi tanda peringatan serius mengenai bahaya yang masih mengintai dalam dunia digital terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak. Ia menyebutkan, data dari Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sekitar 200 ribu anak Indonesia telah terpapar praktik judi online, yang dianggap sebagai ancaman serius terhadap hak anak untuk hidup, berkembang, serta dilindungi dari eksploitasi berbagai bentuk.

Prioritas Perlindungan Digital

Penguatan perlindungan anak di bidang digital harus menjadi prioritas bersama. Menurut Arifah, partisipasi anak dalam judi online tidak bisa dilihat hanya sebagai isu perilaku, tetapi juga sebagai bentuk kerentanan mereka terhadap risiko eksploitasi dan digital yang memerlukan penanganan menyeluruh, sistematis, serta kolaboratif. “Keterlibatan anak dalam praktik ini menunjukkan kelemahan dalam sistem perlindungan yang harus diperbaiki,” tambahnya.

“Anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap berbagai modus eksploitasi digital. Dalam banyak kasus, mereka belum memiliki kemampuan memadai untuk memahami dampak hukum, sosial, maupun psikologis dari aktivitas perjudian daring,” kata Arifatul Choiri Fauzi.

Menurutnya, pendekatan perlindungan tidak cukup hanya mengandalkan tindakan hukum, tetapi harus diimbangi dengan upaya pencegahan, edukasi, pengawasan, serta dukungan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak dalam menggunakan teknologi.

Data dari Menteri Komunikasi dan Digital

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sekitar 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi daring atau online, termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun. “Judi online adalah scam yang sistemnya dirancang agar pemain hampir selalu mengalami kerugian dalam jangka panjang,” jelasnya.

Leave a Comment